Biography

Penulis dilahirkan di bandung, 7 mei 1980. kehidupannya dari kecil sampai sekarang selalu tidak jauh dari dunia pesantren, mungkin inilah yang membuatnya tertarik dengan lembaga pendidikan islam tertua yang disebut “pesantren”ini.

Berawal dari pesantren sukamiskin, bandung, yang didirikan oleh K.H Ahmad dimyathi, semuanya bermula. kakek penulis, Ahmad Jumhur, pernah mesantren di sana sampai mendapatkan putri “kiyai”nya, Wardah Anisah. lalu Ahmad Jumhur pulang kembali ke Banjaran bersama istrinya dengan tekad bulat akan mengembangkan pendidikan islam di daerah Banjaran, Bandung, tempat penulis lahir. maka pada tahun 1951 berdirilah pesantren islam kiangroke yang kemudian berganti nama menjadi ” Pondok Pesantren Darul Hikam”.

Ahmad Jumhur ini mempunyai 7 orang anak, hampir semuanya pernah mengenyam pendidikan pesantren. Semua bertujuan untuk kaderisasi demi keberlangsungan Darul Hikam. Begitu pula dengan cucu cucunya, banyak yang di sekolahkan ke pesantren, termasuk penulis sendiri.

Setelah tamat SD pada tahun 1991, penulis melanjutkan ke pesantren Sukahideng, Tasikmalaya mengikuti jejak saudara-saudaranya. Sukahideng ini adalah type pesantren tradisional, dengan keunggulan pada kajian ilmu alatnya, atau ilmu tata bahasa arab.

Setelah tamat dari sukahideng pada tahun 1994, penulis ingin mencoba pesantren dengan system pendidikan yang lebih modern. akhirnya direkomendasikan ayahnya untuk pindah ke pondok modern darussalam Gontor, Ponorogo Jawatimur, pondok yang mempunyai keunggulan bahasa inggris, arab dan disiplinnya. kemudian pindah kesana sampai akhirnya bisa menamatkan study selama 4 tahun, karena mengambil kelas experimen.

Pengalaman belajar di dua pondok ini mempunyai kesan yang sangat mendalam dalam perjalanan hidupnya. sejak tamat dari gontor penulis mulai menyadari bahwa ada amanah yang harus dilaksanakan sebagai kader pondok untuk mengembangkan pondok pesantren Darul hikam, pesantren yang dibangun kakeknya. Setelah itu penulis niatkan semua langkah untuk kemajuan pesantren.

Keadaan ekonomi pesantren yang memprihatinkan selalu terbayang-bayang di benak penulis waktu itu, bagaimana caranya agar pesantren bisa keluar dari masalah ini. Akhirnya hal ini menjadi motivasi untuk mempelajari ilmu ekonomi. setelah tamat dari gontor, penulis kuliah di Universitas Widyatama mengambil jurusan Ekonomi Manajemen. tamat tahun 2003.

Tampaknya ada beberapa sektor penting yang harus dipelajari untuk memajukan pesantren, diantaranya sektor ekonomi dan pendidikan. untuk sektor ekonomi pengetahuan dasar tentang ekonomi penulis dapatkan di jenjang S1, sedangkan untuk sektor pendidikan penulis mempelajarinya di jenjang S2. penulis sekarang sedang mengikuti pendidikan S2 di Nagoya University Jepang dengan bimbingan Prof Nishino Setsuo, seorang pakar pendidikan Islam dari Jepang khususnya pesantren. dan dengan rekomendasi beliau juga penulis bisa mendapatkan beasiswa dari menteri pendidikan jepang. belajar di negara maju dengan system pendidikan yang berbeda dengan system pendidikan yang pernah dialami penulis merupakan anugerah yang yang sangat disyukuri penulis.

Perjalanan ini, seolah olah mengingatkan penulis untuk terus berjuang demi kemajuan pesantren. Dan dengan blog ini penulis mencoba untuk menuangkan ide-ide, pengalaman, gagasan atau apa saja yang berguna untuk pengembangan pesantren dan pendidikan islam di indonesia. saran dan kritik anda semua untuk kemajuan pendidikan pesantren ini akan sangat membantu kemajuan pendidikan di negara kita.

Nagoya, 20 Desember 2007