Kegiatan Agrobisnis Al-Ittifaq

 

Pada tahun 1997, atas keberhasilan menembus pasar supermarket, pesantren ini dijadikan sebagai Pondok Pesantren Percontohan Pengembangan Agribisnis, yang seleksi penetapannya dilakukan pada tahun 1996 oleh Tim Antar Departemen (Departemen Agama, Departemen Pertanian, Departernen Koperasi dan Pengusaha Kecil dan Menengah, Departemen Dalam Negeri, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, serta Induk Koperasi Pondok Pesantren) dan Pemda Tingkat I.

Berkembang pesatnya kegiatan agribisnis di Pondok Pesantren Al-Ittifaq ini menyebabkan banyak perusahaan swasta dan lembaga-lembaga memberikan bantuan permodalan dan latihan manajemen. Tujuannya, untuk meningkatkan volume dan kualitas usahanya. Bantuan tersebut berdatangan sejak tahun 1993. Lembaga yang memberikan bantuan permodalan adalah PT. Telkom dan PT. Perkebunan Nasional VIII.

Berbagai pelatihan dan bimbingan manajemen pun diberikan, antara lain oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Propinsi Jabar dan Tingkat II Kabupaten Bandung, Departemen Pertanian, Departemen Koperasi, serta beberapa instansi. Sedangkan bantuan sarana dan prasarana diberikan oleh Pemerintah Daerah Tk. I dan Tk. II, terutama Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Departemen Pertanian berupa bangunan Pusat Inkubator Agribisnis dan Departemen Koperasi, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Departemen Agama, PT. Perkebunan Nasional VIII dan juga instansi lain.

Keberhasilan pesantren agribisnis Al-Ittifaq ini menjadikan pesantren ini sebagai pusat pelatihan dan tempat kuliah kerja lapangan mahasiswa­mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti, IPB, UNPAD, UPI, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta dan lain-lain.

Sekilas Sejarah perkembangan Agrobisnis Alittifaq

Tahun 1978, Fuad Affandi mulai menyewa lahan penduduk dan meminjam modal kepada salah seorang yang kaya sebagai modal bertani buncis. Tetapi karena tidak memiliki bakat dan pengetahuan, usaha ini gagal dan rugi sampai belasan juta rupiah. Namun kegagalan ini tidak membuat surut nyali Fuad Affandi untuk terus mencoba usaha agrobisnis ini. Bahkan Fuad Affandi membeli lahan seluas 400 m2. hasil pertanian ini kemudian dipasarkan ke pasar tradisional.

Dalam perjalananya, model pemasaran seperti ini dirasakan sangat melelahkan dan tidak membawa keuntungan. Dari sinilah muncul ide untuk menjualnya ke supermarket. Tapi, bagaimana caranya? Kiai Fuad kemudian bergabung dengan koperasi dan pada tahun 1990 masuk menjadi anggota KUD Ciwidey. Tetapi sayang, mereka menolak memasarkan sayur–mayur Pesantren Al-Ittifaq ke supermarket . Akhirnya, ia bergabung ke KUD Pasir Jambu. Koperasi inilah yang menjadi mitra Pesantren Al-Ittifaq dalam memasarkan sayuran ke Hero Supermarket. Tetapi, selama 8 bulan Kiai Fuad mengalami kegagalan. Setiap sayur yang dikirim, Hero Supermarket selalu mengirim balik dengan alasan tidak memenuhi standar. Proses pemilihan, pengepakan, dan pengiriman sayuran, dianggap sangat tradisional hingga tidak layak dipasok ke supermarket sekelas Hero.

Karena kondisi ini, Kiai Fuad akhirnya meminta pihak manajemen Hero untuk membina mereka dari dalam. Diutuslah seorang insinyur pertanian dari Hero untuk membimbing santri-santri Al-Ittifaq dalam memilih jenis komoditi pertanian, mengolah lahan, dan finishing pengepakan. Dari sinilah kisah sukses Pondok Pesantren Al-Ittifaq dimulai. Hingga saat ini, pesantren ini memiliki asset 14 Ha tanah, beberapa gedung bangunan, dan kemampuan untuk mandiri dalam membiayai operasional pesantren lebih dari Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) per bulan.

Manajemen Pengelolaan Agribisnis

Yayasan Al-Ittifaq dibina oleh KH. Fuad Affandi yang merangkap sebagai Pimpinan Pondok Pesantren sekaligus Ketua Pengurus Kopontren. Keorganisasian pesantren dibagi menjadi beberapa bidang,yaitu

  1. Bidang pendidikan dan sosial yang membutuhkan biaya pendidikan, termasuk beasiswa, bidang ini pula yang bertugas membantu masyarakat dalam kegiatan kemasyarakatan.
  2. Bidang perekonomian yangbertugas menjalankan roda ekonomi pondok, bidang ini berpusat pada pondok pesantren.


Posisi Ketua Umum pengurus Kopontren dipegang langsung oleh KH. Fuad Affandi. Manajer dipegang oleh Ustadz H. Asep Saifuddin, salah seorang pembina Pondok Pesantren. Unit-unit usaha untuk men­dukung kelompok tani terdiri dari unit pelayanan sarana produksi, unit produksi, unit pemasaran, unit pengenda­lian hama dan penyakit, unit kendaraan dan unit peman­faatan hasi.

Tahun 1996, Kopontren Al-Ittifaq resmi berbadan hukum koperasi. Sejak itu, perkembangannya sangat pesat. Jumlah simpanan sukarela anggota misalnya, setiap minggu mencapai tidak kurang dari Rp. 3.500.000,­(tiga juta lima ratus ribu rupiah).

Sampai saat ini, terdapat 5 (lima) kelompok tani yang merupakan pendukung utama Kopontren Al-Ittifaq, yaitu:

  1. kelompok tani Alif
  2. kelompok tani ONE
  3. kelompok tani Jampang Endah
  4. kelompok tani Tunggul Endah
  5. Kelompok tani HMS ( hasil melak sayur)

Khusus untuk kelompok tani Alif (Al-Ittifaq) yang terdiri dari guru dan santri, komoditi yang diusahakan tidak hanya komoditi sayuran, tapi juga peternakan sapi, domba, ayam hias, perikanan serta home industry garmen dan kerajinan tas. Di luar kelompok tani, usaha ekonomi lain juga dilakukan oleh santri-santri Al-Ittifaq melalui lembaga BMT ( Baitul Maal wa Tamwiil )yang meliputi usaha simpan pinjam, penjualan sembako ( sembilan bahan pokok ), dan pelayanan jasa (SIM, STNK, pajak dan lain lain). Organisasi BMT ini dikelola oleh enam orang pengurus, dan sekarang telah memiliki asset sebesar Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) di luar asset bangunan, yang modal awalnya pada tahun 1997 hanya Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) saja.

Khusus untuk pengelolaan agribisnis dilakukan melalui beberapa tahapan yang antara satu tahapan dengan lainnya saling terkait. Tahapan-tahapan dimaksud sebagai berikut:
A. Pemilihan Komoditi
Komoditi yang ditanam adalah komoditi komoditi
yang merupakan permintaan pasar, baik pasar tradisional maupun pasar pasar non-tradisional (supermarket atau swalayan).
B. Perencanaan
Untuk memenuhi permintaan pasar sesuai dengan kontrak kerja antara pondok pesantren baik melalui KUD maupun langsung dengan pengusaha, telah dilakukan perencanaan kerja dengan kelompok-kelompok tani. Perencanaan dilakukan dengan cara membagi komoditi ­komoditi pokok yang harus diproduksi oleh kelompok-kelompok tani Selain itu, untuk mendukung kesuburan tanah dikembangkan pula unit pembuatan kompos.
C. Mengatur Pola Tanam
Di setiap lahan disediakan papan pola tanam yang diisi oleh PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) dari dinas pertanian. Misalnya, untuk menanam tomat, ditetapkan minggu I (pertama) di lahan mana dan luasnya berapa.
Bila ternyata masih kekurangan produk yang akan
dipasok, maka tugas bagian pengadaan yang akan mencari ke petani-petani di Ciwidey, Lembang, bahkan hingga Garut.
D. Pengorganisasian Santri
Dalam mengelola agribisnis tersebut, para santri
dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang pengelom­pokannya didasarkan kepada minat, tingkat pendidikan dan keterampilan khusus yang dimiliki para santri. Secara umum pembagian tugas guru dan santri sebagai berikut:

  1. pengurus inti agro bisnis
  2. kesekretariatan
  3. mandor kebun
  4. pengemasan
  5. pemasaran
  6. pekerja lapangan
  7. pengadaan

Untuk mempertahankan bisnis agro ini, pesantren menerapkan strategi pemasaran bermitra usaha, baik dengan KUD, kerja sama langsung dengan supermarket dan membuat pasar-pasar potensial yang baru. Secara bertahap, setelah mendapat kepercayaan dari satu supermarket yaitu Hero, kemudian diupayakan kerja sama dengan supermarket yang lain tanpa melepaskan pangsa pasar yang sudah terjalin.

Pihak pesantren juga bekerja sama dengan departemen pertanian dengan dilibatkannya tenaga PP ( petugas penyuluh lapangan ) untuk membina pengaturan pola tanam, teknologi budaya dan cocok tanam. Diluar itu, secara internal, pihak pesantren pun secara rutin mengadakan forum pertemuan antara santri dengan petani untuk membahas pola tanam dan teknologi budidaya yang biasa dilakukan setiap hari Kamis, malam Jum’at, di tiap-tiap awal bulan. Kegiatan ini masih berlangsung hingga sekarang.

sumber:

-Potensi Ekonomi Pesantren, DEPAG

-Fieldwork saya sendiri

10 responses to “Kegiatan Agrobisnis Al-Ittifaq

  1. Assalamualaikum,wr.wb

    Perkenankan kami mempergunakan beberapa data dan Informasi dalam tulisan ini untuk menambah kelengkapan data dan informasi penulisan naskah program kami ” Kota Santri ” yang akan ditayangkan di Oasis Chanel Astro TV.
    Pada tanggal 19 s/d 20 Januari 2008 yang lalu kami mendapatkan kemudahan untuk meliput berbagai kegiatan di pesantren Al Ittifaq, namun karena jadwal liputan yang begitu ketat kami tidak leluasa menggali lebih dalam berbagai data yang kami perlukan. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih

    Wasallam
    Asep Budiono

    wa’alaikum salam
    silahkan kalau mau dikutip. seandainya lagi di indonesia mungkin bisa melihat siarannya…

  2. mohon detail info ttg pesantren. saya siap bantuk untuk membesarkan dan memasarkan produk agro nya di jakarta.

    wass,
    h. bachrum
    0818-0816-9896

  3. Kami Pesantren Berbasis Agro Bisnis yang berada di Banten.
    PonPes Nurul Alami

    Kontak Person 081906234854
    Mibnu Zakaria

  4. ass,
    saya tertarik untuk mondok di pesantren ini, apakah ada syarat khusus untuk masuk pesantren ini? mohon penjelasannya.
    wassalam

    • pondok ini diutamakan bagi mereka yg taraf ekonominya lemah dan tidak ada syarat khusus, siapapun bisa masuk bila siap bekerja dan belajar. dan bagi mereka yg mampu secara finansial bisa belajar disini tanpa harus bekerja…

  5. Assalamualaikum,wr.wb
    Ana mahasiswa pertanian UGM pengen KL di pondok Al-Ittifaq. Caranya bagaimana
    Jazakollahu khoiron

  6. hebatt,,,!!
    senang sekali rasanya membaca artikel ini,, semoga pesantren lain juga bisa mengikuti.. ^_^

  7. ass,,,, saya hendak bertanya…apa panti ini bersedia menerima untuk rehabilitasi juga gak ya… dan no kontak yang bisa di hub ada???
    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s