pesantren dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

disamping sebagai lembaga pendidikan, pesantren sebenarnya mempunyai andil yang cukup besar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi masyarakat menengah kebawah yang berada sekitar pesantren.

misalnya pesantren gontor yang mempunyai santri lebih dari 4000. ratusan penduduk bekerja untuk gontor dalam berbagai sektor, ada yang bekerja sebagai pemangkas rambut, dry cleaning, tukang masak, memasok jajanan santri ke koperasi, tukang bangunan, penjilidan buku, cleaning service,dll. kebutuhan diatas merupakan kebutuhan-kebutuhan dasar para santri dan pondok. apalagi bila pondok mempunyai usaha tertentu sehingga bisa melibatkan lebih banyak masyarakat lagi. begitupula dengan pesantren Alittifaq, pesantren ini bisa mengangkat perekonomian warga sekitarnya dengan kegiatan agrobisnisnya.

alasan mendasar kenapa keberadaan pesantren lebih bisa memberdayakan ekonomi masyarakat dibanding sekolah biasa adalah karena pesantren muridnya tinggal 24 jam dipondok, berbeda dengan sekolah biasa yang muridnya tidak mondok. disamping itu status pesantren sebagai lembaga swasta dan kondisi orang tua murid yang mayoritas berasal dari ekonomi menengah kebawah, memaksa pesantren untuk terus mandiri dan inovatif menciptakan lapangan-lapangan usaha baru untuk mencukupi kebutuhan finansial lembaganya.

begitupun dengan para santrinya, kondisi memaksa mereka untuk menciptakan peluang usaha. ruang lingkup kerja santri sangat terbatas terlebih bila tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Asep Sulaiman Sabanda, salah seorang alumni pesantren gontor tahun 1997, terpilih sebagai finalis enterpreneur of the year versi ernst & young. Asep terpilih karena berhasil mengembangkan jaringan inti plasma yang melibatkan ratusan peternak ayam di daerahnya. Dia sebagai inti sedangkan masyarakat sekitar sebagai plasmanya.

Kurikulum pesantren sebaiknya membantu meningkatkan jiwa enterpreneurship para santri. mengajari santri dengan ketrampilan-keterampilan yang bermanfaat untuk bekal mereka nanti. tampaknya peran pemerintah sangat penting dalam hal ini. pesantren khususnya pesantren yang masih kecil selalu terbentur biaya dalam pengadaan sdm yang tepat dibidangnya dan pengadaan fasilitas latihannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s