<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pesantren dan Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://dedenfaoz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dedenfaoz.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Jan 2008 22:07:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dedenfaoz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pesantren dan Pendidikan</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dedenfaoz.wordpress.com/osd.xml" title="Pesantren dan Pendidikan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dedenfaoz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pembelajaran Moral Santri</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/</link>
		<comments>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 17:07:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Ahmad Faoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[kurikulum pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/</guid>
		<description><![CDATA[ù Kabar yang menyedihkan pernah &#8220;menyapa&#8221; sebuah departemen yang seharusnya bisa memberi contoh kepada departemen lain, departemen yang sebagian anggotanya pernah menjadi santri, ironis memang. Para santri  hampir setiap hari mendapatkan pelajaran moral yang didapat dari quran, hadits, mahfuzhat, ceramah, &#8230; <a href="http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=48&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" align="center"><span style="font-size:20pt;font-family:'Arabic Web';">   ù</span></p>
<p align="justify">Kabar yang menyedihkan pernah &#8220;menyapa&#8221; sebuah  departemen yang seharusnya bisa memberi contoh kepada departemen lain, departemen yang sebagian anggotanya pernah menjadi santri, ironis memang. Para santri  hampir setiap hari mendapatkan pelajaran moral yang didapat dari quran, hadits, mahfuzhat, ceramah, doktrin dsb. Sepantasnya &#8220;gemblengan&#8221;ini menjadikan santri &#8220;lebih soleh&#8221; dibandingkan mereka yang &#8220;bukan santri&#8221; yang tidak mengenyam pesan agama sesering para santri. <span id="more-48"></span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">sudah saatnya bagi pemerhati pendidikan Islam untuk mulai mengevaluasi metodologi pembelajaran di pesantren, khususnya pembelajaran moral. Metodologi pembelajaran moral  saat ini apakah bisa mengajak para santri untuk merasakan dan mengerti kandungan sebenarnya dari pesan moral yang disampaikan. Pesan moral yang diajarkan islam itu  sempurna, tetapi bila  cara penyampaiannya  tidak tepat, maka tidak akan menjadi pengekang bilamana seseorang lupa.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">Berdasar pada pengalaman pribadi, kebanyakan guru pesantren mengajarkan akhlak dengan menitik beratkan hafalan dan pemahaman arti harfiah. dulu waktu nyantri, kitab akhlakul banin, yaitu kitab yang menjadi pedoman dasar pengembangan akhlak pemula di pesantren salaf , diajarkan dengan metode sorogan dimana guru membaca dan mengartikan kata perkata. Ketika selesai menerangkan, semuanya mendapatkan giliran membaca kembali apa yang sudah diartikan, sayangnya mereka jarang ditanya sejauh mana mereka memahami pesan itu, malahan yang hafal di luar kepala bisa pulang duluan. Ustadz saya selalu menerangkan &#8220;kalian kalau melakukan ini  akan disiksa di neraka,  dibenci tuhan, tidak akan masuk surga dll&#8221;. Alasan agama selalu menjadi motif utama apakah suatu perbuatan dilakukan atau tidak. padahal masih banyak alasan yang bisa  dijelaskan secara logika, tapi sayang logika jarang dipakai. contohnya ketika santri ditanya  tentang alasan menjaga kebersihan, jawaban pertama yang muncul adalah kebersihan itu  sebagian dari iman, tetapi apakah mereka benar-benar mengerti alasan &#8221; kenapa kebersihan itu menjadi bagian dari iman?&#8221;, sepertinya tidak semua santri bisa menjawabnya. bila suatu pesan moral diajarkan hanya dari segi agama dikhawatirkan keimanan seseorang berkurang sehingga dia akan kehilangan alat pengekangnya. peran pemakaian logika dalam penyampaian pesan agama sangat penting sekali karena penggunaan logika akan mengarah kepada pemahaman yang hakiki tentang suatu pesan. c</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">seorang pengajar materi moral harus membekali dirinya dengan kemampuan menganalisa suatu masalah dari berbagai sudut pandang, bukan hanya dari dalil agama. sebagai contoh  bila hendak melarang santri untuk meludah di sembarang tempat, dia harus bisa menganalisanya dari sudut kesehatan atau dampaknya pada lingkungan.</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Berguru pada orang jepang, seperti yang saya alami hablun minan naas mereka atau hubungan antar sesama manusianya boleh dikatakan lebih baik dari orang indonesia, padahal orang jepang menganggap agama itu bukan hal yang penting, terbukti dari banyaknya masyarakat jepang yang beragama lebih dari satu atau percaya pada semua tuhan. Hal ini  menjadi pertanyaan yang besar buat kita orang indonesia yang menjadikan agama sebagai &#8220;way of life&#8221;, kenapa hal ini bisa terjadi. sepertinya perlu tafakkur yang lebih mendalam lagi tentang metodologi pembelajaran moral yang pernah dialami.</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Ada beberapa masalah  mendasar yang harus dievaluasi lagi tentang cara  penyampaian  materi  moral di dunia  pesantren, diantaranya:</p>
<div align="justify">
<ol>
<li>kurangnya pemakaian logika dalam penyampaian materi moral. Para guru hanya memakai dalil-dalil agama. contohnya alasan  larangan ghibah sering hanya ditekankan dari dalil quran atau hadis. padahal ghibah bisa dijelaskan dari beberapa aspek, baik sosial, kemanusiaan ataupun keamanan. pemakaian logika masih jarang dilakukan sehingga kurang membentuk pemahaman yang hakiki di jiwa santri.</li>
<li>banyaknya materi moral yang diterima santri dan  disampaikan tanpa penjelasan yang jelas tentang intisarinya.</li>
<li>cara evaluasi yang kurang tepat.  kebanyakan evaluasi dilakukan dengan keharusan menghapal pesan moral tersebut, seperti dalam pelajaran mahfuzot. juga evaluasi hanya dilakukan dengan mengukur kemampuan santri dalam membaca dan mengartikan kalimat dalam bahasa arab, seperti  kitab akhlakul banin.</li>
<li>cara penyampaian yang lebih  cenderung berbentuk satu arah, santri hanya menjadi pendengar  &#8220;setia&#8221;.</li>
</ol>
</div>
<p class="MsoNormal" align="justify">pemakaian audio visual dalam penyampaian materi moral sangat membantu memahamkan pesan kepada santri, seperti pemutaran film hidayah. bahkan efeknya bisa  lebih besar dari ceramah biasa. pemutaran film ini bisa dikatakan praktikum dari teori yang telah disampaikan, teori yang dibarengi dengan praktik akan lebih mudah dipahami dan lebih berbekas.</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Materi moral harus dipahami, dihayati dan dirasakan oleh santri. materi itu harus  masuk kedalam hati para santri dan betul-betul dimengerti.  Pesan moral harus dijelaskan bukan hanya dari segi agama, tapi juga dari sisi kemanusiaan tanpa memandang agama, runtutan akibatnya, penjelasan ilmiahnya dll.</p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Semua santri harus bisa menjelaskan secara logika alasan dan inti sebenarnya dari suatu pesan moral. Bukan hanya dengan menghapalnya di luar kepala dan bukan pula hanya karena takut neraka atau ingin masuk surga.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">&nbsp;</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">&nbsp;</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify">&nbsp;</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" align="justify"><span style="font-size:20pt;font-family:'Arabic Web';">ùõ÷ûiD÷ÖüÆC ÷ÛùÕ øû×÷å÷Eøö÷¿üéùn÷û©Æ÷C</span></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenfaoz.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenfaoz.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenfaoz.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenfaoz.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenfaoz.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenfaoz.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenfaoz.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenfaoz.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenfaoz.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenfaoz.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenfaoz.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenfaoz.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenfaoz.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenfaoz.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenfaoz.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenfaoz.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=48&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7419930a0387df7f1fa85aecefa3b7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deden  Faoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kegiatan Agrobisnis Al-Ittifaq</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/kegiatan-agrobisnis-al-ittifaq/</link>
		<comments>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/kegiatan-agrobisnis-al-ittifaq/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 10:21:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Ahmad Faoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[al ittifaq]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Agrobisnis Pesantren Al-Ittifaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/kegiatan-agrobisnis-al-ittifaq/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Pada tahun 1997, atas keberhasilan menembus pasar supermarket, pesantren ini dijadikan sebagai Pondok Pesantren Percontohan Pengembangan Agribisnis, yang seleksi penetapannya dilakukan pada tahun 1996 oleh Tim Antar Departemen (Departemen Agama, Departemen Pertanian, Departernen Koperasi dan Pengusaha Kecil dan Menengah, &#8230; <a href="http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/kegiatan-agrobisnis-al-ittifaq/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=45&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="Style1" style="text-align:justify;line-height:150%;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">P<span class="characterstyle1">ada tahun 1997, atas keberhasilan menembus <span style="letter-spacing:-0.2pt;">pasar supermarket, pesantren ini dijadikan sebagai Pondok </span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">Pesantren Percontohan Pengembangan Agribisnis, yang </span>seleksi penetapannya dilakukan pada tahun 1996 oleh <span style="letter-spacing:-0.25pt;">Tim Antar Departemen (Departemen Agama, Departemen </span>Pertanian, Departernen Koperasi dan Pengusaha Kecil <span style="letter-spacing:-0.1pt;">dan Menengah, Departemen Dalam Negeri, Departemen </span>Perindustrian dan Perdagangan, serta Induk Koperasi <span style="letter-spacing:-0.15pt;">Pondok Pesantren) dan Pemda Tingkat I.</span></span></span><span id="more-45"></span><!--more--></p>
<p class="style5" style="text-align:justify;margin:1.8pt 3.6pt 0.0001pt 0;"><span class="characterstyle1"><span style="font-size:11pt;">Berkembang pesatnya kegiatan agribisnis di Pondok Pesantren Al-Ittifaq ini menyebabkan banyak <span style="letter-spacing:-0.05pt;">perusahaan swasta dan lembaga-lembaga memberikan </span><span style="letter-spacing:-0.35pt;">bantuan permodalan dan latihan manajemen. Tujuannya, </span>untuk meningkatkan volume dan kualitas usahanya. <span style="letter-spacing:-0.45pt;">Bantuan tersebut berdatangan sejak tahun 1993. Lembaga </span>yang memberikan bantuan permodalan adalah PT. Telkom dan PT. Perkebunan Nasional VIII.</span></span><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="style5" style="text-align:justify;margin:1.8pt 3.6pt 0.0001pt 0;"><span class="characterstyle1"><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.4pt;">Berbagai pelatihan dan bimbingan manajemen pun </span></span><span class="characterstyle1"><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.15pt;">diberikan, antara lain oleh Pemerintah Daerah Tingkat I </span></span><span class="characterstyle1"><span style="font-size:11pt;">Propinsi Jabar dan Tingkat II Kabupaten Bandung, <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Departemen Pertanian, Departemen Koperasi, </span><span style="letter-spacing:0.35pt;">serta beberapa instansi. Sedangkan bantuan sarana </span><span style="letter-spacing:-0.45pt;">dan prasarana diberikan oleh Pemerintah Daerah Tk. I dan </span>Tk. II, terutama Dinas Pertanian Tanaman Pangan, <span style="letter-spacing:-0.35pt;">Departemen Pertanian berupa bangunan Pusat Inkubator </span><span style="letter-spacing:0.95pt;">Agribisnis dan Departemen Koperasi, </span><span style="letter-spacing:-0.35pt;">Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Departemen </span><span style="letter-spacing:-0.5pt;">Agama, PT. Perkebunan Nasional VIII dan juga instansi lain.</span></span></span><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="style5" style="text-align:justify;margin:1.8pt 3.6pt 0.0001pt 0;"><span class="characterstyle1"><span style="font-size:11pt;">Keberhasilan pesantren agribisnis Al-Ittifaq ini <span style="letter-spacing:-0.05pt;">menjadikan pesantren ini sebagai pusat </span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">pelatihan dan tempat kuliah kerja lapangan mahasiswa­</span><span style="letter-spacing:-0.05pt;">mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti, IPB, </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">UNPAD, UPI, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta dan </span>lain-lain.</span></span><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:11pt;">Sekilas Sejarah perkembangan Agrobisnis Alittifaq</span></b><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Tahun 1978, Fuad Affandi mulai menyewa lahan penduduk dan meminjam modal kepada salah seorang yang kaya sebagai modal bertani buncis. Tetapi karena tidak memiliki bakat dan pengetahuan, usaha ini gagal dan rugi sampai belasan juta rupiah. Namun kegagalan ini tidak membuat surut nyali Fuad Affandi untuk terus mencoba usaha agrobisnis ini. Bahkan Fuad Affandi membeli lahan seluas 400 m2. hasil pertanian ini kemudian dipasarkan ke pasar tradisional.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="characterstyle1"><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.15pt;">Dalam perjalananya, model pemasaran seperti ini </span></span><span class="characterstyle1"><span style="font-size:11pt;">dirasakan sangat melelahkan dan tidak membawa <span style="letter-spacing:-0.15pt;">keuntungan. Dari sinilah muncul ide untuk menjualnya </span>ke <i>supermarket. </i>Tapi, bagaimana caranya? Kiai Fuad kemudian bergabung dengan koperasi dan pada tahun 1990 masuk menjadi anggota KUD Ciwidey. Tetapi sayang, mereka menolak memasarkan sayur&#8211;mayur <span style="letter-spacing:0.85pt;">Pesantren Al-Ittifaq ke supermarket <i>. </i>Akhirnya, ia </span>bergabung ke KUD Pasir Jambu. Koperasi inilah yang menjadi mitra Pesantren Al-Ittifaq dalam memasarkan <span style="letter-spacing:-0.15pt;">sayuran ke Hero Supermarket<i>. </i>Tetapi, selama 8 bulan Kiai </span>Fuad mengalami kegagalan. Setiap sayur yang dikirim, <i>Hero Supermarket </i>selalu mengirim balik dengan alasan <span style="letter-spacing:-0.2pt;">tidak memenuhi standar. Proses pemilihan, pengepakan, </span>dan pengiriman sayuran, dianggap sangat tradisional <span style="letter-spacing:-0.05pt;">hingga tidak layak dipasok ke <i>supermarket </i>sekelas Hero.</span></span></span><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="style5" style="margin-top:1.8pt;text-align:justify;"><span class="characterstyle1"><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.25pt;">Karena kondisi ini, Kiai Fuad akhirnya meminta </span></span><span class="characterstyle1"><span style="font-size:11pt;">pihak manajemen Hero untuk membina mereka dari <span style="letter-spacing:-0.05pt;">dalam. Diutuslah seorang insinyur pertanian dari Hero </span><span style="letter-spacing:0.65pt;">untuk membimbing santri-santri Al-Ittifaq dalam </span><span style="letter-spacing:-0.05pt;">memilih jenis komoditi pertanian, mengolah lahan, dan finishing<i> </i>pengepakan. Dari sinilah kisah sukses Pondok </span>Pesantren Al-Ittifaq dimulai. Hingga saat ini, pesantren ini memiliki asset 14 Ha tanah, beberapa gedung bangunan, dan kemampuan untuk mandiri dalam <span style="letter-spacing:0.8pt;">membiayai operasional pesantren lebih dari Rp. </span>50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) per bulan.</span></span><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="style1" style="margin-top:10.8pt;text-align:justify;"><b><span style="font-size:11pt;">Manajemen Pengelolaan Agribisnis</span></b><span style="font-size:11pt;"></span></p>
<p class="style1" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Yayasan Al-Ittifaq dibina oleh KH. Fuad Affandi yang merangkap sebagai Pimpinan Pondok Pesantren sekaligus Ketua Pengurus Kopontren. Keorganisasian pesantren dibagi menjadi beberapa bidang,yaitu</span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Bidang pendidikan      dan sosial yang membutuhkan biaya pendidikan, termasuk beasiswa, bidang      ini pula yang bertugas membantu masyarakat dalam kegiatan kemasyarakatan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Bidang perekonomian      yangbertugas menjalankan roda ekonomi pondok, bidang ini berpusat pada      pondok pesantren.</span></li>
</ol>
<p class="style1" style="text-align:justify;text-indent:25.2pt;"><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.1pt;"><br />
</span><span style="font-size:11pt;letter-spacing:1.1pt;">Posisi Ketua Umum pengurus Kopontren </span><span style="font-size:11pt;">dipegang langsung oleh KH. Fuad Affandi. Manajer dipegang oleh Ustadz H. Asep Saifuddin, salah seorang pembina<span style="letter-spacing:-0.15pt;"> Pondok Pesantren. Unit-unit usaha untuk men­</span><span style="letter-spacing:-0.2pt;">dukung kelompok tani terdiri dari unit pelayanan sarana </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">produksi, unit produksi, unit pemasaran, unit pengenda­</span><span style="letter-spacing:-0.25pt;">lian hama dan penyakit, unit kendaraan dan unit peman­faatan hasi.</span></span></p>
<p class="style1" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.15pt;">Tahun 1996, Kopontren Al-Ittifaq resmi berbadan </span><span style="font-size:11pt;">hukum koperasi. Sejak itu, perkembangannya sangat pesat. Jumlah simpanan sukarela anggota misalnya, <span style="letter-spacing:-0.3pt;">setiap minggu mencapai tidak kurang dari Rp. 3.500.000,­</span>(tiga juta lima ratus ribu rupiah). <span style="letter-spacing:-0.25pt;"></span></span></p>
<p class="style1" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;">Sampai saat ini, terdapat 5 (lima) kelompok tani <span style="letter-spacing:-0.3pt;">yang merupakan pendukung utama Kopontren Al-Ittifaq, </span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">yaitu:</span></span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">kelompok tani Alif</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">kelompok tani ONE</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">kelompok tani      Jampang Endah</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">kelompok tani      Tunggul Endah</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Kelompok tani HMS (      hasil melak sayur)</span></li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;letter-spacing:0.6pt;">Khusus untuk kelompok tani Alif (Al-Ittifaq) yang </span><span style="font-size:11pt;">terdiri dari guru dan santri, komoditi yang diusahakan <span style="letter-spacing:-0.25pt;">tidak hanya komoditi sayuran, tapi juga peternakan sapi, </span><span style="letter-spacing:-0.15pt;">domba, ayam hias, perikanan serta <i>home industry </i>garmen </span><span style="letter-spacing:-0.2pt;">dan kerajinan tas. Di luar kelompok tani, usaha ekonomi </span>lain juga dilakukan oleh santri-santri Al-Ittifaq melalui lembaga BMT ( Baitul Maal wa Tamwiil )yang meliputi usaha simpan pinjam, penjualan sembako ( sembilan bahan pokok ), dan pelayanan jasa (SIM, STNK, pajak dan lain lain). Organisasi BMT ini dikelola oleh <span style="letter-spacing:-0.2pt;">enam orang pengurus, dan sekarang telah memiliki asset </span><span style="letter-spacing:-0.4pt;">sebesar Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) </span><span style="letter-spacing:-0.2pt;">di luar asset bangunan, yang modal awalnya pada tahun </span>1997 hanya Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) saja.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.1pt;">Khusus untuk pengelolaan agribisnis dilakukan melalui beberapa tahapan yang antara satu tahapan </span><span style="font-size:11pt;letter-spacing:0.8pt;">dengan lainnya saling terkait. Tahapan-tahapan </span><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.1pt;">dimaksud sebagai berikut:<br />
<b>A. Pemilihan Komoditi</b><br />
Komoditi yang ditanam adalah komoditi komoditi </span><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.35pt;">yang merupakan permintaan pasar, baik pasar tradisional </span><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.3pt;">maupun pasar pasar non-tradisional <i>(supermarket </i>atau <i>swalayan). </i><br />
<b>B. Perencanaan</b><br />
</span><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.35pt;">Untuk memenuhi permintaan pasar sesuai dengan </span><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.3pt;">kontrak kerja antara pondok pesantren baik melalui KUD maupun langsung dengan pengusaha, telah dilakukan perencanaan kerja dengan kelompok-kelompok tani. </span><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.1pt;">Perencanaan dilakukan dengan cara membagi komoditi ­</span><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.3pt;">komoditi pokok yang harus diproduksi oleh kelompok-kelompok tani Selain itu, untuk </span><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.05pt;">mendukung kesuburan tanah dikembangkan pula unit </span><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.3pt;">pembuatan kompos.<br />
<b>C. Mengatur Pola Tanam</b><br />
Di setiap lahan disediakan papan pola tanam yang diisi oleh PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) dari dinas pertanian. Misalnya, untuk menanam tomat, ditetapkan minggu I (pertama) di lahan mana dan luasnya berapa.<br />
Bila ternyata masih kekurangan produk yang akan </span><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.05pt;">dipasok, maka tugas bagian pengadaan yang akan mencari ke petani-petani di Ciwidey, Lembang, bahkan </span><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.2pt;">hingga Garut. </span><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.05pt;"><br />
<b>D. Pengorganisasian Santri</b><br />
Dalam mengelola agribisnis tersebut, para santri </span><span style="font-size:11pt;">dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang pengelom­<span style="letter-spacing:-0.1pt;">pokannya didasarkan kepada minat, tingkat pendidikan </span>dan keterampilan khusus yang dimiliki para santri. <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Secara umum pembagian tugas guru dan santri sebagai </span><span class="characterstyle1">berikut:</span><span style="letter-spacing:-0.1pt;"></span></span></p>
<ol>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">pengurus inti agro      bisnis</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">kesekretariatan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">mandor kebun</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">pengemasan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">pemasaran</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">pekerja lapangan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">pengadaan</span></li>
</ol>
<p class="style1" style="text-align:justify;margin:5.4pt 3.6pt 0.0001pt 0;"><span style="font-size:11pt;letter-spacing:-0.3pt;">Untuk mempertahankan bisnis agro ini, pesantren </span><span style="font-size:11pt;">menerapkan strategi pemasaran bermitra usaha, baik dengan KUD, kerja sama langsung dengan <i>supermarket </i><span style="letter-spacing:-0.15pt;">dan membuat pasar-pasar potensial yang baru. Secara </span>bertahap, setelah mendapat kepercayaan dari satu <i><span style="letter-spacing:-0.25pt;">supermarket </span></i><span style="letter-spacing:-0.25pt;">yaitu Hero, kemudian diupayakan kerja sama </span><span style="letter-spacing:-0.05pt;">dengan <i>supermarket </i>yang lain tanpa melepaskan pangsa </span>pasar yang sudah terjalin.</span></p>
<p class="style1" style="text-align:justify;margin:5.4pt 3.6pt 0.0001pt 0;"><span style="font-size:11pt;">Pihak pesantren juga bekerja sama dengan departemen pertanian dengan dilibatkannya tenaga PP ( petugas penyuluh lapangan ) untuk membina pengaturan pola tanam, teknologi budaya dan cocok tanam. Diluar itu, secara internal, pihak pesantren pun secara rutin mengadakan forum pertemuan antara santri dengan petani untuk membahas pola tanam dan teknologi budidaya <span style="letter-spacing:-0.15pt;">yang biasa dilakukan setiap hari </span><span style="letter-spacing:-0.1pt;">Kamis, malam Jum&#8217;at, di tiap-tiap awal bulan. Kegiatan </span>ini masih berlangsung hingga sekarang.</span></p>
<p class="style1" style="text-align:justify;margin:5.4pt 3.6pt 0.0001pt 0;"><span style="font-size:11pt;">sumber:</span></p>
<p class="style1" style="text-align:justify;margin:5.4pt 3.6pt 0.0001pt 0;"><span style="font-size:11pt;">-Potensi Ekonomi Pesantren, DEPAG</span></p>
<p class="style1" style="text-align:justify;margin:5.4pt 3.6pt 0.0001pt 0;"><span style="font-size:11pt;">-Fieldwork saya sendiri</span></p>
<p class="style1" style="text-align:justify;margin:5.4pt 3.6pt 0.0001pt 0;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="style1" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:5.4pt 3.6pt 0.0001pt 0;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p class="Style1" style="text-align:justify;line-height:150%;"> <span style="font-size:11pt;line-height:150%;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenfaoz.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenfaoz.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenfaoz.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenfaoz.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenfaoz.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenfaoz.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenfaoz.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenfaoz.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenfaoz.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenfaoz.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenfaoz.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenfaoz.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenfaoz.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenfaoz.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenfaoz.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenfaoz.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=45&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/kegiatan-agrobisnis-al-ittifaq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7419930a0387df7f1fa85aecefa3b7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deden  Faoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gontor Banjir&#8230;</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/gontor-banjir/</link>
		<comments>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/gontor-banjir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 09:32:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Ahmad Faoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Photo Gontor Banjir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/gontor-banjir/</guid>
		<description><![CDATA[photo dari Imanullah Ali Ubed waktu pertama lihat photo itu di milist alumni 98, hati langsung berubah sedih campur bahagia. sedih karena aktivitas kawan-kawan disana menjadi terhambat dan kemungkinan adanya penyakit susulan yang di akibatkan banjir seperti diare, banyaknya nyamuk &#8230; <a href="http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/gontor-banjir/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=43&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dedenfaoz.files.wordpress.com/2008/01/gontor-banjir-2.jpg" title="gontor-banjir-2.jpg"><img src="http://dedenfaoz.files.wordpress.com/2008/01/gontor-banjir-2.thumbnail.jpg?w=500" alt="gontor-banjir-2.jpg" /></a></p>
<p><a href="http://dedenfaoz.files.wordpress.com/2008/01/gontor-banjir-1.jpg" title="gontor-banjir-1.jpg"><img src="http://dedenfaoz.files.wordpress.com/2008/01/gontor-banjir-1.thumbnail.jpg?w=500" alt="gontor-banjir-1.jpg" /></a></p>
<p>photo dari Imanullah Ali Ubed</p>
<p>waktu pertama lihat photo itu di milist alumni 98, hati langsung berubah sedih campur bahagia. sedih  karena aktivitas kawan-kawan disana menjadi terhambat dan kemungkinan adanya penyakit susulan yang di akibatkan banjir seperti diare, banyaknya nyamuk dsb.  bahagia karena melihat dan membayangkan anak- anak sepertinya terhibur dengan suasana banjir ini. Sejenak mereka terlupakan dari kesibukan dan kejenuhan dengan bersenda gurau dalam suasana banjir. Mudah-mudahan banjir ini hanya menyisakan keceriaan pada mereka&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenfaoz.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenfaoz.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenfaoz.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenfaoz.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenfaoz.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenfaoz.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenfaoz.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenfaoz.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenfaoz.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenfaoz.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenfaoz.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenfaoz.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenfaoz.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenfaoz.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenfaoz.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenfaoz.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=43&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/gontor-banjir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7419930a0387df7f1fa85aecefa3b7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deden  Faoz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dedenfaoz.files.wordpress.com/2008/01/gontor-banjir-2.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gontor-banjir-2.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dedenfaoz.files.wordpress.com/2008/01/gontor-banjir-1.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gontor-banjir-1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Problem Pengembangan Ekonomi Pesantren</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/03/problem-pengembangan-ekonomi-pesantren/</link>
		<comments>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/03/problem-pengembangan-ekonomi-pesantren/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 07:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Ahmad Faoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomi pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Problem Pengembangan Ekonomi Pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/03/problem-pengembangan-ekonomi-pesantren/</guid>
		<description><![CDATA[Pesantren yang merupakan lembaga pendidikan non profit sering dikaitkan dengan prinsip keikhlasan yang dimiliki guru-gurunya dalam mengajar, mereka mengajar tanpa pamrih dan terkadang hidup mereka &#8220;diwakafkan&#8221; untuk pesantren. keikhlasan para pendiri dan guru gurunya menjadi salah satu alasan mendasar perkembangan &#8230; <a href="http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/03/problem-pengembangan-ekonomi-pesantren/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=41&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify">Pesantren yang merupakan lembaga pendidikan non profit sering dikaitkan dengan prinsip keikhlasan yang dimiliki guru-gurunya dalam mengajar, mereka mengajar tanpa pamrih dan terkadang hidup mereka &#8220;diwakafkan&#8221; untuk pesantren. keikhlasan para pendiri dan  guru gurunya menjadi salah satu alasan mendasar perkembangan pesantren yang begitu cepat. pada tahun 2006 saja di indonesia ada 16.015 buah pesantren, sedangkan pada tahun 2003 jumlahnya masih 14.067 buah ( Sumber:Statistik Depag ).<span id="more-41"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify">Juga jiwa kesederhanaan selalu ditanamkan dipesantren. prinsip ini mengajarkan santri untuk hidup selalu dalam kesederhanaan, menghindari hal-hal yang berbau poya-poya atau tidak bermanfaat. kehidupan dijalankan dengan apa adanya seperti air yang mengalir.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify">Jiwa keikhlasan dan kesederhanaan ini harus terus dipertahankan, tetapi jangan sampai hal ini membuat  pesantren <i>tidak merasa berkewajiban </i>untuk memperhatikan kesejahtraan guru-guru dan berusaha untuk &#8220;menstandarkan&#8221; fasilitas pendidikannyanya&#8221;, bahkan kalau mampu sekaligus  memodernkannya. banyak pesantren-pesantren khususnya pesantren salaf yang mempunyai fasilitas pendidikan dibawah standar. contohnya dalam hal asrama santri, satu kamar yang berukuran sekitar 3 x 2m dihuni oleh delapan santri. karena kamarnya penuh dengan lemari para santri terkadang harus tidur di kelas, di mesjid, jerambah dan  hanya beralaskan sajadah dan berbantalkan peci di kepala. Fasilitas yang<i> dibawah standard</i> ini sudah saatnya di evaluasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify">Tidak salah lagi kalau alasan itu semua adalah <i>ketiadaan dana</i> untuk memperbaiki fasilitas, atau bahkan &#8220;tidak terpikirkan&#8221; oleh para kiyainya, dianggapnya  itu semua merupakan sesuatu yang wajar dan merupakan ciri khas dari pesantren.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify">Banyak pesantren yang mulai tergugah untuk memperbaiki fasilitas pendidikannya salah satunya dengan pengembangan sektor ekonomi dan kemandirian. tetapi yang disayangkan ada juga pesantren yang hanya meminta dan menanti bantuan orang lain. bahkan ada yang meminta di jalanan, hal ini agak kontradiktif dengan prinsip Islam al yadul ulya khoirun minal yadis sufla.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify">Bisa dimaklumi kenapa sebagian pesantren tidak bisa mengembangkan sektor ekonominya. saya coba untuk meringkas beberapa hal mendasar yang menjadi kendala dalam pengembangan ekonomi pesantren, diantaranya:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"> <b>a. kebutuhan kiyai dan orang dekatnya</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>            </span>pesanten biasanya menjadi tempat bagi keluarga dekat kiyai, seperti anak, cucu dan sebagainya. Mereka kadang bertumpu secara ekonomis terhadap santri, apakah dalam bentuk penyediaan makanan, bahan kebutuhan sehari-hari, atau yang lainnya. jumlah pesantren yang didirikan oleh perorangan untuk tahun 2006 adalah <b>6.326 atau 39,5%</b> dari total pesantren. dalam pesantren perorangan ini biasanya pendiri mempunyai otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan termasuk dalam kepputusan ekonomi. kegiatan perekonomian yang ada sering dikelola pribadi dan dikelola untuk kepentingan kiyai dan keluarga.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify">&nbsp;</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><b>b. sumberdaya manusia.</b></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>            </span>Berbicara tentang kwalitas SDM, sesunguhnya tidak hanya terjadi di kalangan ponpes saja, tetapi dalam skala yang lebih luas, yakni masyarakat Indonesia. Data tentang human development index ( HDI ) yang disajikan United Nation for Development program menunjukan bahwa peringkat kwalitas SDM di Indonesia tahun 2000 berada pada urutan 109. Sebagaimana diketahui bahwa kwalitas pendidikan islam berada dibawah pendidikan umum. Kondisi ini belum mendukung terciptanya SDM yang handal di kalangan pesantren. disamping itu banyaknya guru pesantren yang tingkat pendidikan formalnya rendah, bahkan 35% diantaranya tidak mengenyam pendidikan formal. sedangkan 33,3 % dari jumlah gurunya merupakan tamatan SMA atau dibawahnya ( statistik Depag 2006 )</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify">&nbsp;</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><b>c. networking</b><span>  </span></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>            </span>kurangnya keberanian Ponpes melakukan terobosan keluar, atau membuat jaringan, baik antara ponpes ataupun antara ponpes dengan  institusi lain. hal ini disebabkan beberapa hal, <i>pertama</i> rasa kurang percaya diri yang dimiliki  para guru pesantren bila berhubungan dengan instansi luar, apalagi  instansi  besar,  padahal  pesantren  mempunyai  prinsip-prinsip  dasar  yang harus dimiliki  seorang enterpreneur dalam &#8220;bernetwork&#8221;, yaitu  sifat  amanah dan  kejujuran. <i>kedua,</i> kurang memahami arti dan manfaat sebenarnya dari &#8220;networking&#8221;. sebagai teladan, Ponpes al ittifaq dengan  strategi  kerjasama dan networkingnya  bisa  mengembangkan  agrobisnisnya.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify">&nbsp;</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><b>d. kelembagaan</b></p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><span>            </span>kendali organisasi berpusat hanya pada satu orang ( kiyai ), inilah yang banyak terjadi di ponpes. Maka dapat dipastikan bahwa system keorganisasian dan kelembagaan tidak begitu berjalan dan aspirasi para guru untuk pengembangan ekonomi kadang terhambat di puncak pimpinan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify"><b>e. tidak adanya modal </b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify">Semua kegiatan perekenomian akan buntu bila terbentur dengan masalah ini. motivasi jadi hilang dan gagasan seakan tidak berguna. Padahal modal usaha itu tidak selalu dengan uang, salah satunya dengan <i>modal kepercayaan</i>. Sebagai lembaga agamis tentunya pesantren bisa lebih dipercaya dari pada institusi yang non agamis bila bisa mengelola dengan professional.</p>
<div align="justify"></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" align="justify">Sudah saatnya pesantren mengembangkan kemandiriannya bahkan harus menjadi agen pembangunan di masyarakat. Dan hendaknya pesantren terus menanamkan jiwa keikhlasan dan kesederhanaan  dalam jiwa santri dan gurunya, sembari terus  memanfaatkan potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahtraan guru dan pengembangan sistem pendidikannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenfaoz.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenfaoz.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenfaoz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenfaoz.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenfaoz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenfaoz.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenfaoz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenfaoz.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenfaoz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenfaoz.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenfaoz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenfaoz.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenfaoz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenfaoz.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenfaoz.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenfaoz.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=41&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/03/problem-pengembangan-ekonomi-pesantren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7419930a0387df7f1fa85aecefa3b7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deden  Faoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembiayaan dan Data Usaha Pesantren  di Indonesia</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/03/jenis-usaha-pesantren-dan-kendala-pengembangan-ekonomi-pesantren/</link>
		<comments>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/03/jenis-usaha-pesantren-dan-kendala-pengembangan-ekonomi-pesantren/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 06:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Ahmad Faoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomi pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Jenis Usaha Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha  Pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/03/jenis-usaha-pesantren-dan-kendala-pengembangan-ekonomi-pesantren/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Semua pesantren di Indonesia adalah lembaga swasta, dimana kemandirian menjadi salah satu ciri utamanya. Tujuan pendidikan pesantren bukanlah mengejar kepentingan kekuasaan, uang dan keagungan duniawi, tetapi ditanamkan kepada mereka bahwa belajar adalah semata-mata kewajiban dan pengabdian kepada Tuhan (Dhofier, &#8230; <a href="http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/03/jenis-usaha-pesantren-dan-kendala-pengembangan-ekonomi-pesantren/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=39&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Semua pesantren di Indonesia adalah lembaga swasta, dimana kemandirian menjadi salah satu ciri utamanya. Tujuan pendidikan pesantren bukanlah mengejar kepentingan kekuasaan, uang dan keagungan duniawi, tetapi ditanamkan kepada mereka bahwa belajar adalah semata-mata kewajiban dan pengabdian kepada Tuhan (Dhofier, 1994).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Ketika masih berukuran kecil dengan murid hanya puluhan orang, dan kyai menjadi pengajar tunggal, maka pesantren dapat dikatakan seolah-olah menjadi milik pribadi kyai.<span id="more-39"></span> Pada tahap ini kyai mampu memenuhi segala kebutuhan, termasuk kebutuhan tenaga pengajar dan kebutuhan ekonomi, karena kyai umumnya adalah kelompok mampu di pedesaan (Dhofier, 1994). Kebutuhan ekonomi pesantren relatif kecil dan mudah , karena hanya membutuhkan sebuah tempat pertemuan sederhana, yang dapat berupa rumah kyai itu sendiri atau masjid. Para santri tinggal di pondok-pondok yang dibangunnya sendiri dan memenuhi makannya secara sendiri-sendiri pula, sementara kyai hanya perlu memikirkan kebutuhan ekonomi keluarganya saja. Pada pesantren yang kecil tidak ditemukan adanya iuran yang tetap dari santri, kecuali sumbangan untuk kebutuhan penerangan (lampu atau listrik).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Namun, saat sekarang, khususnya bagi pesantren yang besar, iuran santri adalah sesuatu yang umum, yang biasanya langsung diambil dari potongan wesel. Adakalanya besar iuran tersebut tidak sama, karena santri yang kaya membayar lebih banyak, tentunya melalui kerelaan dan kesepakatan sebelumnya antara pihak pesantren dan keluarga santri. Bagi pesantren besar yang sudah berbentuk yayasan dan menerapkan jenis pendidikan dengan kurikulum Departemen Agama, pembayaran SPP sudah menjadi suatu yang umum dengan besar yang sudah ditentukan (Taryoto dkk., 1997; Rachmat dkk. 1998). Sumber lain bagi pemenuhan ekonomi pada pesantren yang sudah berbentuk yayasan adalah sumbangan masyarakat, usaha pesantren sendiri dan bantuan pemerintah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                                                  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> <span>          </span>Bidang ekonomi dapat dianggap relatif baru dalam dunia pesantren, khususnya dalam pengertian ekonomi dalam tataran konsep dan praktis, misalnya pengajaran keterampilan, kewiraswastaan, menjadikan pesantren sebagai badan usaha, dan lain-lain. Introduksi ekonomi ke pesantren sejak era 70-an telah dilakukan oleh pihak LSM dan pemerintah, meskipun keberhasilannya masih beragam ( Syahyuti ). Semenjak dekade 90-an telah cukup banyak pesantren yang menjadikan ekonomi sebagai aspek penting strukturnya, yang tidak hanya demi kepentingan kelancaran proses pendidikan, tetapi meluas kepada kemandirian pondok serta ekspektasi kemandirian alumninya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><b>Jen</b></span><b><span></span>is Usaha Pondok Pesantren </b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>            </span>Berdasarkan data tahun 2004, Secara geografis 83,83 % ( 12.286 ) dari jumlah pesantren<span>  </span>berada di pedesaan, 8,46 % ( 1.240 ) berada di perkotaan dan 7,71 % ( 1.130 )berada di perbatasan keduanya. Letak geografis ini sangat mempengaruhi jenis usaha yang ada di pesantren.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>         </span>Jenis usaha pesantren yang terdata oleh DEPAG dikelompokan kedalam 4 kelompok usaha, yaitu usaha perdagangan, agrobisnis, kerajinan tangan, dan Jasa.</p>
<p><a href="http://dedenfaoz.files.wordpress.com/2008/01/jenis-usaha-pesantren.doc" title="jenis-usaha-pesantren.doc"></a></p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--><br />
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div align="center">Table 1</div>
<div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref1" title="_ftn1" name="_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><span><!--[if !supportFootnotes]--></span></span></a></p>
<p align="center">Jumlah Pondok Pesantren Penyelenggara Perdagangan</p>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="546">
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">
<p align="center">Tahun</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2003</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">%</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2004</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">%</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2005</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">%</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">2006</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">%</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">toko buku</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">826</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">5,87</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1.022</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">6,97</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1.239</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">8,37</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">1243</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">7,76</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">toko bangunan</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">149</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">1,06</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">154</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">1,05</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center"> -</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">-</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">413</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">2,58</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">warung serba ada</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1.402</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">9,97</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1.029</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">7,02</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1128</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">7,62</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">1141</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">7,12</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">Koperasi</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2.081</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">14,79</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2.380</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">16,24</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2084</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">14,08</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">2119</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">13,23</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">BMT<a href="http://dedenfaoz.wordpress.com/wp-admin/#_ftn1" title="_ftnref1" name="_ftnref1">[1]</a></td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">262</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">1,86</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">292</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">1,99</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">492</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">3,32</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">444</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">2,77</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">jumlah pesantren</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">14.067</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">14.656</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">14.798</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">16015</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
</tr>
</table>
<p>Sumber Statistik Pendidikan Agama dan Keagamaan Depag</p>
<p align="center">Jumlah Pondok Pesantren Penyelenggara Agrobisnis</p>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="546">
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">
<p align="center">tahun</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2003</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">%</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2004</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">%</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2005</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">%</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">2006</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">%</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">sayur dan   buah</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2.138</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">15,20</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">655</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">4,47</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">812</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">5,49</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">962</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">6,01</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">padi</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1.220</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">8,67</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1.448</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">9,88</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1692</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">11,43</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">1863</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">11,63</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">palawija</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">779</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">5,54</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">931</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">6,35</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1119</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">7,56</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">1264</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">7,89</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">peternakan</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2.493</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">17,72</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">3.117</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">21,27</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1200</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">8,11</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">2407</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">15,03</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">perikanan</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1.112</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">7,91</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1.345</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">9,18</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2217</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">14,98</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">1376</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">8,59</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">jumlah   pesantren</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">14.067</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">14.656</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">14.798</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">16015</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
</tr>
</table>
<p>Sumber Statistik Pendidikan Agama dan Keagamaan Depag</p>
<p align="center">Jumlah Pondok Pesantren Penyelenggara Kerajinan Tangan</p>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="506">
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">
<p align="center">tahun</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="16">
<p align="center">2003</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">%</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2004</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">%</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2005</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">%</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">2006</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">%</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">anyaman</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="16">
<p align="center">581</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">4,13</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">610</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">4,16</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">941</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">6,36</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">944</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">5,89</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">makanan</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="16">
<p align="center">869</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">6,18</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">926</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">6,32</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1162</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">7,85</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">1308</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">8,17</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">pertukangan</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="16">
<p align="center">1.280</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">9,10</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1.414</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">9,65</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1582</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">10,69</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">1749</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">10,92</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">batako</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="16">
<p align="center">691</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">4,91</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">800</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">5,46</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">914</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">6,18</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">1052</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">6,57</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">tekstil</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="16">
<p align="center">668</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">4,75</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">586</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">4,00</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">897</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">6,06</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">992</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">6,19</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">jumlah   pesantren</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="16">
<p align="center">14.067</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">14.656</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">14.798</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">16015</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="48">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
</tr>
</table>
<p>Sumber Statistik Pendidikan Agama dan Keagamaan Depag</p>
<p align="center">Jumlah Pondok Pesantren Penyelenggara Kegiatan Pelayanan Jasa</p>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="500">
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">
<p align="center">tahun</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="16">
<p align="center">2003</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">%</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2004</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">%</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">2005</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="47">
<p align="center">%</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">2006</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="43">
<p align="center">%</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">wartel</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="16">
<p align="center">631</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">4,49</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">737</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">5,03</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1.050</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="47">
<p align="center">7,10</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">1207</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="43">
<p align="center">7,54</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">klinik</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="16">
<p align="center">257</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">1,83</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">357</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">2,44</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">462</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="47">
<p align="center">3,12</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">635</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="43">
<p align="center">3,97</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">cetak dan   sablon</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="16">
<p align="center">576</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">4,09</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1.063</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">7,25</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">1.020</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="47">
<p align="center">6,89</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">1212</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="43">
<p align="center">7,57</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">listrik</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="16">
<p align="center">313</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">2,23</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">396</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">2,70</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">515</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="47">
<p align="center">3,48</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">766</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="43">
<p align="center">4,78</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">fotocopy</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="16">
<p align="center">217</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">1,54</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">244</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">1,66</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">484</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="47">
<p align="center">3,27</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">710</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="43">
<p align="center">4,43</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="132">jumlah   pesantren</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="16">
<p align="center">14.067</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">14.656</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="51">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="55">
<p align="center">14.798</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="47">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="52">
<p align="center">16015</p>
</td>
<td nowrap="nowrap" valign="bottom" width="43">
<p align="center">&nbsp;</p>
</td>
</tr>
</table>
<p> <br />
<hr align="left" size="1" width="33%" /><a href="http://dedenfaoz.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref1" title="_ftn1" name="_ftn1">[1]</a> BMT adalah singkatan dari baitul maal wat tamwiil, jenis usaha ini berkembang sejak tahun 1992 dan didirikan atas inisiatif ICMI ( Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia ). Jenis usaha ini mempunyai fungsi sebagai pengelola zakat, simpan pinjam syariah dan usaha riil seperti toko.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> <span style="font-size:10pt;"></span></p>
<p class="MsoFootnoteText">&nbsp;</p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenfaoz.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenfaoz.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenfaoz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenfaoz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenfaoz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenfaoz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenfaoz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenfaoz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenfaoz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenfaoz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenfaoz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenfaoz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenfaoz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenfaoz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenfaoz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenfaoz.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=39&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/03/jenis-usaha-pesantren-dan-kendala-pengembangan-ekonomi-pesantren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7419930a0387df7f1fa85aecefa3b7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deden  Faoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sekilas tentang Sekolah Republik Indonesia Tokyo</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/23/sekilas-tentang-sekolah-republik-indonesia-tokyo/</link>
		<comments>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/23/sekilas-tentang-sekolah-republik-indonesia-tokyo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 16:56:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Ahmad Faoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/23/sekilas-tentang-sekolah-republik-indonesia-tokyo/</guid>
		<description><![CDATA[Sekolah ini berdiri sejak tahun 1962, melalui SKB Menlu dan Mendikbud RI No.191/81/01 dan 051/v/1981. jenjang pendidikan sekolah ini adalah TK sampai SMA. disamping mengemban misi pendidikan, khususnya bagi warga indonesia yang berada di Tokyo, sekolah ini juga mengemban misi &#8230; <a href="http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/23/sekilas-tentang-sekolah-republik-indonesia-tokyo/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=35&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekolah ini berdiri sejak tahun 1962, melalui SKB Menlu dan Mendikbud RI No.191/81/01 dan 051/v/1981. jenjang pendidikan sekolah ini adalah TK sampai SMA. disamping mengemban misi pendidikan, khususnya bagi warga indonesia yang berada di Tokyo, sekolah ini juga mengemban misi budaya, serta mempertebal rasa patriotisme dan semangat kebangsaan. bangunan sekolah ini dibangun sepenuhnya atas biaya dari  pemerintah Republik indonesia.<span id="more-35"></span></p>
<p>jumlah lulusannya sejak tahun 1976 adalah 763 orang, sedangkan jumlah muridnya untuk tahun 2005-2006, TK 15 siswa, SD 41 siswa, SMP 12 siswa, SMA 16 siswa, jumlah keseluruhan 84 siswa.</p>
<p>jumlah gurunya 24 orang, dengan perincian 7 orang guru/karyawan tetap, dan 17 orang guru/karyawan tidak tetap. diantara 7 orang guru/karyawan tetapnya, hanya 4 orang sebagai PNS. proses penerimaan guru tetap ini dilakukan di Indonesia, sedangkan untuk guru tidak tetap  dilaksanakan di Jepang.</p>
<p>para orang tua siswa adalah mereka yang sedang bekerja pada kedutaan republik indonesia, cabang-cabang BUMN di Tokyo, yang sedang melanjutkan study, yang sedang bekerja, dan yang menikah dengan orang jepang dan menghendaki anaknya bersekolah di SRIT Tokyo.</p>
<p>sekolah ini menggunakan kurikulum KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) dengan struktur program kurikulum sebagai berikut</p>
<ol>
<li>SD kelas 1-6   : 10 mata pelajaran</li>
<li>SD kelas 1-3   : 11 mata pelajaran</li>
<li>SMA                : 16 mata pelajaran</li>
</ol>
<p>salah satu penekanan kurikulumnya adalah pada materi UNAS.  siswa SD juga sudah dikenalkan dengan budaya penelitian dasar. mereka sudah dikenalkan dengan cara pemakaian power point. juga siswa ditekankan untuk mempunyai kepedulian sosial yang tinggi.</p>
<p>materi pelajaran SD: agama 3 jam, kewarganegaraan 2 jam, bahasa indonesia 5 jam, bahasa inggris 2 jam, bahasa jepang 2 jam, matematika 5 jam, sains 4 jam, IPS 3 jam, seni budaya dan ketrampilan 4 jam, olahraga dan kesehatan 2 jam, total 32 jam.</p>
<p>mata pelajaran SMP: agama 2 jam, kewarganegaraan 2 jam, bahasa indonesia 4 jam, bahasa inggris 4 jam, bahasa jepang 2 jam, matematika 4 jam, sains/IPA 4 jam, IPS 4 jam, seni budaya dan ketrampilan 2 jam, olahraga dan kesehatan 2 jam, tknologi informasi dan komunikasi 2 jam total 32 jam.</p>
<p>mata pelajaran SMA: agama 2 jam, kewarganegaraan 2jam, bahasa indonesia 4 jam, bahasa inggris 4 jam, bahasa jepang 2 jam, matematika 4 jam, fisika 2 jam, kimia 2 jam,  biologi 2 jam, geografi 1 jam, sejarah 1 jam, sosiologi 2 jam,  seni budaya 2 jam, olahraga dan kesehatan 2 jam, teknologi informasi dan komunikasi 2 jam, pengembanan diri 2 jam, total 36 jam.</p>
<p>setiap setahun sekali diadakan <a href="http://dedenfaoz.multiply.com/photos/photo/7/7">lomba apreasi</a> SILN ( sekolah indonesia luar negeri) yang tempatnya bergiliran. SILN seluruhnya ada 14 sekolah, yaitu Tokyo, Bangkok, Yangon, Davao, Singapura, Kuala lumpur, Belanda, Jeddah, Riyadh, Makkah, Damaskus, Kairo, Moskow dan Beograd. materi yang diperlombakannya adalah:  lomba karya ilmiah, lomba seni tari, lomba seni suara, lomba inovasi media pembelajaran guru dan lomba inovasi manajemen sekolah (kepala sekolah). juga diadakan pelatihan guru setiap setahun sekali yang tempatnya bergiliran juga.</p>
<p>bangunan sekolah ini dibangun seluruhnya atas biaya pemerintah. namun untuk pembiayaan kegiatan pendidikannya pemerintah hanya menyumbang 30%, 10% dari sumbangan BUMN yang ada di Tokyo, seperti pertamina, garuda, BNI dan aneka tambang, dan sisanya 60% dari iuran murid. besar iuran murid bervariatif antara  6000 yen sampai 35.500 yen, tergantung besar income orangtuanya.</p>
<p>sekolah indonesia ini tidak dapat mengeluarkan ijazah atau keterangan apapun selain bagi mereka yang sekolah di sini. tapi bagi warga selain Tokyo yang ingin merasakan pendidikan sekolah ini  dan ingin mendapatkan Ijazah dari sekolah ini bisa koordinasi dengan mengirim surat permohonan ke KBRI tokyo. syaratnya harus menyediakan  ruangan belajar dan minimal ada15 anak dalam satu jenjang. contohnya ada 15 anak untuk jenjang SD, perbedaan kelas tidak menjadi masalah. atau ada 15 anak untuk jenjang SMP dan SMA.  nanti pihak sekolah akan mengirim gurunya seminggu sekali.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenfaoz.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenfaoz.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenfaoz.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenfaoz.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenfaoz.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenfaoz.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenfaoz.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenfaoz.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenfaoz.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenfaoz.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenfaoz.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenfaoz.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenfaoz.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenfaoz.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenfaoz.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenfaoz.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=35&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/23/sekilas-tentang-sekolah-republik-indonesia-tokyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7419930a0387df7f1fa85aecefa3b7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deden  Faoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pentingnya memahami bahasa arab</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/23/pentingnya-memahami-bahasa-arab/</link>
		<comments>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/23/pentingnya-memahami-bahasa-arab/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 11:16:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Ahmad Faoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[kurikulum pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/23/pentingnya-memahami-bahasa-arab/</guid>
		<description><![CDATA[Quran diturunkan di daerah arab dengan menggunakan bahasa arab. tentunya Alloh mempunyai alasan tersendiri dengan hal itu. kenapa diturunkan di Arab? kenapa diturunkan dengan bahasa Arab? apakah karena turunnya di Arab, bukan di Indonesia? kenapa bahasa yang di pakai di &#8230; <a href="http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/23/pentingnya-memahami-bahasa-arab/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=33&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Quran diturunkan di daerah arab dengan menggunakan bahasa arab. tentunya Alloh mempunyai alasan tersendiri dengan hal itu. kenapa diturunkan di Arab? kenapa diturunkan dengan bahasa Arab? apakah karena turunnya di Arab, bukan di Indonesia? kenapa bahasa yang di pakai di surga oleh ahli surga adalah bahasa arab?  begitu banyak pertanyaan dengan berbagai jawaban menurut versinya masing masing.<span id="more-33"></span></p>
<p>terlepas dari pertanyaan itu semua, saya ingin mencoba membahasnya menurut pengalaman saya sendiri. Alhamdulillah saya diberi kesempatan mengenal 5 bahasa selama ini. bahasa sunda, indonesia, arab, inggris dan jepang. untuk bahasa inggris saya mempelajarinya secara formal selama smp dan sma, bahasa arab waktu di pesantren, sedangkan bahasa jepang saya mempelajarinya dari tahun 2004 sampai sekarang.</p>
<p>diantara lima bahasa itu, semuanya mempunyai kelebihan dan kegunaan tersendiri.  <i>menurut saya</i>  bahasa arablah yang paling susah sekaligus paling indah tata bahasanya. khususnya bahasa Arab yang digunakan dalam Alquran. bahasanya penuh dengan syair-syair dan tata bahasa yang bisa membuat seseorang menyucurkan air mata. merupakan  kebahagiaan tersendiri bisa <i>sedikit</i> memahami alquran baik yang sedang dibaca ataupun didengarkan, apalagi kalau seseorang membacanya dengan lantunan suara yang sangat merdu  seperti <a href="http://jp.youtube.com/watch?v=y5hMCT10q10">suara ini</a>. juga merupakan kebahagiaan tersendiri bila mengerti bacaan shalat yang diucapkan, begitu juga do&#8217;a yang imam bacakan.<br />
kurikulum pendidikan yang diajarkan di lembaga pendidikan Islam,  kalau memungkinkan di sekolah biasa juga, hendaklah selalu menekankan pada pembelajaran bahasa arab  di samping bahasa-bahasa yang lain. karena memang kehidupan siswanya  yang tidak jauh dari &#8220;bahasa  arab&#8221;.  shalat,  alquran , do&#8217;a ( meskipun tidak harus dengan bahasa arab ) adalah sesuatu yang selalu dekat dengan kehidupan muslim.</p>
<p>mudah-mudahan dengan mengerti apa yang dibaca, menjadikan seorang muslim bisa <i>lebih</i> memahami  Alquran dan keindahannya agar bisa lebih mendekatkan kepada Tuhannya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenfaoz.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenfaoz.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenfaoz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenfaoz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenfaoz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenfaoz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenfaoz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenfaoz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenfaoz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenfaoz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenfaoz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenfaoz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenfaoz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenfaoz.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenfaoz.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenfaoz.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=33&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/23/pentingnya-memahami-bahasa-arab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7419930a0387df7f1fa85aecefa3b7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deden  Faoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pesantren dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/22/pesantren-santri-dan-pemberdayaan-ekonomi-masyarakat/</link>
		<comments>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/22/pesantren-santri-dan-pemberdayaan-ekonomi-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Dec 2007 11:56:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Ahmad Faoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomi pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan.]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/22/pesantren-santri-dan-pemberdayaan-ekonomi-masyarakat/</guid>
		<description><![CDATA[disamping sebagai lembaga pendidikan, pesantren sebenarnya mempunyai andil yang cukup besar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi masyarakat menengah kebawah yang berada sekitar pesantren. misalnya pesantren gontor yang mempunyai santri lebih dari 4000. ratusan penduduk bekerja untuk gontor dalam berbagai &#8230; <a href="http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/22/pesantren-santri-dan-pemberdayaan-ekonomi-masyarakat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=31&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>disamping sebagai lembaga pendidikan, pesantren sebenarnya mempunyai andil yang cukup besar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi masyarakat  menengah kebawah yang berada sekitar pesantren.</p>
<p>misalnya pesantren gontor yang mempunyai santri lebih dari 4000. ratusan penduduk bekerja untuk gontor dalam berbagai sektor,  ada yang bekerja sebagai pemangkas rambut, dry cleaning, tukang masak, memasok jajanan santri ke koperasi, tukang bangunan, penjilidan buku, cleaning service,dll. kebutuhan diatas merupakan kebutuhan-kebutuhan dasar para santri dan pondok. apalagi bila pondok mempunyai usaha tertentu sehingga bisa melibatkan lebih banyak masyarakat lagi. begitupula dengan pesantren <a href="http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/20/kegiatan-sosial-kemasyarakatan-di-ponpes-al-ittifaq/#more-13">Alittifaq</a>, pesantren ini bisa mengangkat perekonomian warga sekitarnya dengan kegiatan agrobisnisnya.<span id="more-31"></span></p>
<p>alasan   mendasar kenapa keberadaan pesantren lebih bisa memberdayakan ekonomi masyarakat dibanding sekolah biasa adalah karena pesantren muridnya tinggal 24 jam dipondok, berbeda dengan sekolah biasa yang muridnya tidak mondok.  disamping itu status pesantren sebagai lembaga swasta dan kondisi orang tua murid yang mayoritas berasal dari ekonomi menengah kebawah, memaksa pesantren  untuk terus mandiri dan   inovatif menciptakan <i>lapangan-lapangan usaha baru</i> untuk mencukupi kebutuhan finansial lembaganya.</p>
<p>begitupun dengan para santrinya, kondisi memaksa mereka untuk menciptakan peluang usaha. ruang lingkup kerja santri sangat terbatas terlebih bila  tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.  <a href="http://www.ey.com/global/content.nsf/Indonesia/EoY_2006_-_Finalists">Asep Sulaiman Sabanda</a>, salah seorang alumni pesantren gontor tahun 1997, terpilih sebagai finalis enterpreneur of the year versi ernst &amp; young.  Asep terpilih karena berhasil mengembangkan jaringan inti plasma yang melibatkan ratusan peternak ayam di daerahnya. Dia sebagai inti sedangkan masyarakat sekitar  sebagai plasmanya.</p>
<p>Kurikulum pesantren  sebaiknya membantu meningkatkan jiwa enterpreneurship para santri. mengajari santri dengan ketrampilan-keterampilan yang bermanfaat untuk bekal mereka nanti. tampaknya peran pemerintah sangat penting dalam hal ini. pesantren khususnya pesantren yang masih kecil selalu terbentur biaya dalam pengadaan sdm yang tepat dibidangnya dan pengadaan fasilitas latihannya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenfaoz.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenfaoz.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenfaoz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenfaoz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenfaoz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenfaoz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenfaoz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenfaoz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenfaoz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenfaoz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenfaoz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenfaoz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenfaoz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenfaoz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenfaoz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenfaoz.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=31&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/22/pesantren-santri-dan-pemberdayaan-ekonomi-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7419930a0387df7f1fa85aecefa3b7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deden  Faoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peringkat Sepuluh Besar APBN 2007 dan RAPBN untuk pendidikan 2007</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/21/peringkat-sepuluh-besar-apbn-2007-departemen-dan-non-departemen/</link>
		<comments>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/21/peringkat-sepuluh-besar-apbn-2007-departemen-dan-non-departemen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 11:02:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Ahmad Faoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[lain-lain]]></category>
		<category><![CDATA[APBN 2007]]></category>
		<category><![CDATA[DEPAG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/21/peringkat-sepuluh-besar-apbn-2007-departemen-dan-non-departemen/</guid>
		<description><![CDATA[Departemen Pendidikan Nasional Rp 44.058.392.664.000 Departeman Pertahanan Rp 32.640.058.467.000 Departemen Pekerjaan Umum Rp 24.213.446.000.000 Kepolisian Republik Indonesia Rp 20.041.477.955.000 Departemen Kesehatan Rp 17.236.284.411.000 Departemen Agama Rp 13.799.301.100.000 Departemen Perhubungan Rp 10.467.787.919.000 Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD Rp 9.998.812.800.000 Departemen Keuangan &#8230; <a href="http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/21/peringkat-sepuluh-besar-apbn-2007-departemen-dan-non-departemen/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=19&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>Departemen Pendidikan Nasional                                                 Rp 44.058.392.664.000</li>
<li>Departeman Pertahanan                                                                    Rp 32.640.058.467.000</li>
<li>Departemen Pekerjaan Umum                                                Rp 24.213.446.000.000</li>
<li>Kepolisian Republik Indonesia                                                  Rp 20.041.477.955.000</li>
<li>Departemen Kesehatan                                                                        Rp 17.236.284.411.000</li>
<li><b>Departemen Agama                                                                          Rp 13.799.301.100.000</b></li>
<li>Departemen Perhubungan                                                              Rp 10.467.787.919.000</li>
<li>Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD                        Rp  9.998.812.800.000</li>
<li> Departemen Keuangan                                                                          Rp 9.607.714.400.000</li>
<li>Departemen Pertanian                                                                           Rp  8.789.618.068.000</li>
</ol>
<p>untuk tahun 2007 anggaran khusus pendidikan DEPAG adalah <b>Rp. 5.961.752.092.000</b> atau <b>43,2%</b> dari total anggaran DEPAG sebesar <b>Rp 13.799.301.100.000.</b></p>
<p align="left">Total <b>RAPBN  </b>tahun 2007 sebesar 746,5 trilyun. dengan  perincian belanja  pemerintah pusat  496 trilyun dan  belanja  pemerintah daerah  250,5 trilyun. <a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2006/08/16/Utama/ut01.htm"> </a><b>RAPBN  untuk  pendidikan  adalah  51,3 trilyun atau 6,8% dari total RAPBN.</b> Tampaknya untuk merealisasikan anggaran pendidikan negara untuk sektor pendidikan seperti yang ditetapkan undang-undang, yaitu sebesar 20%, masih jauh dari harapan.</p>
<p>referensi : Rencana, Program dan Anggaran Depag 2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenfaoz.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenfaoz.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenfaoz.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenfaoz.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenfaoz.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenfaoz.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenfaoz.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenfaoz.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenfaoz.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenfaoz.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenfaoz.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenfaoz.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenfaoz.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenfaoz.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenfaoz.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenfaoz.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=19&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/21/peringkat-sepuluh-besar-apbn-2007-departemen-dan-non-departemen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7419930a0387df7f1fa85aecefa3b7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deden  Faoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Statistik pondok Pesantren 2005-2006</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/21/statistik-pondok-pesantren/</link>
		<comments>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/21/statistik-pondok-pesantren/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 09:57:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Deden Ahmad Faoz</dc:creator>
				<category><![CDATA[tentang pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[2005]]></category>
		<category><![CDATA[2006]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[statistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/21/statistik-pondok-pesantren/</guid>
		<description><![CDATA[dikutip dari : Statistik Pendidikan Agama dan Keagamaan Tahun Pelajaran 2005-2006 , DEPAG pendataan pondok pesantren tahun 2005-2006 mencakup 33 propinsi, dan mendata sebanyak 16.015 pondok pesantren yang tersebar diseluruh Indonesia. 1. Kelembagaan Berdasarkan tipe pondok pesantren, terdapat sebanyak 3.991 &#8230; <a href="http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/21/statistik-pondok-pesantren/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=18&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dikutip dari : Statistik Pendidikan  Agama dan Keagamaan Tahun Pelajaran 2005-2006 , DEPAG</p>
<p>pendataan pondok pesantren tahun 2005-2006 mencakup 33 propinsi, dan mendata sebanyak 16.015 pondok pesantren yang tersebar diseluruh Indonesia.<span id="more-18"></span></p>
<p>1. Kelembagaan</p>
<p>Berdasarkan tipe pondok pesantren, terdapat sebanyak <b>3.991 (24,9%) </b>merupakan <b>pondok pesantren salafiyah,</b> dan <b>3.824 (23,9%) Ashriyah</b>, serta <b>8.200 (51,2%) sebagai pondok pesantren kombinasi.</b></p>
<p>2. santri</p>
<p>Jumlah santri secara keseluruhan sebanyak <b>3.190.394</b>, terdiri dari <b>1.696.494 ( 53,2%)</b> santri laki-laki, dan <b>1.493.900 (46,8%) </b>santri perempuan. berdasarkan aktivitas belajar dipondok pesantren, <b>38,2%</b> santri hanya ngaji, dan<b> 61,8%</b> santri ngaji dan sekolah.</p>
<p>3. PENDIDIKAN FORMAL UMUM DI PONDOK PESANTREN</p>
<p>selain menyelenggarakan pendidikan informal (mengkaji kitab) juga terdapat pondok pesantren yang menyelenggarakan pendidikan formal umum, dari tingkat RA/TK sampai tingkat perguruan tinggi (PTAI/PTU)</p>
<p>3.1 Koordinasi Departemen Agama</p>
<p>jenjang pendidikan terbanyak yang diselenggarakan pondok pesantren yang berada dalam koordinasi DEPAG adalah pendidikan setingkat <b>MTs</b>, diselenggarakan oleh <b>8.063 (50,3%)</b> pondok pesantren dan diikuti <b>635.455 (19,9%) santri</b>. selanjutnya pendidikan setingkat MI yang diselenggarakan oleh <b>5.524 (34,5%) </b>pondok pesantren dengan jumlah santri sebanyak <b>381.515 (12%)</b>. MA diselenggarakan oleh <b>4.495 (28,1%)</b> pondok pesantren, dengan jumlah santri <b>265.461 (8,3%).</b> RA ( raudatul athfal) diselenggarakan oleh <b>3.289 (20,5%) </b>pondok pesantren dengan jumlah santri yang berpartisipasi <b>153.017 (4,8%) </b>dan terakhir setingkat <b>PTAI </b>(perguruan tinggi agama islam, yang diselenggarakan oleh <b>1.479(9,2%) </b>pondok pesantren, dan diikuti <b>50.708 (1,6%) santri.</b></p>
<p>3.2 KOORDINASI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL</p>
<p>jenjang pendidikan terbanyak yang diselenggarakan pondok pesantren yang berada dalam koordinasi Depdiknas adalah pendidikan setingkat <b>SMP</b>, diselenggarakan oleh <b>5.366 (33,5%) </b>pondok pesantren dan diikuti <b>178.160 (5,6%) </b>santri. selanjutnya pendidikan setingkat <b>SD</b> yang diselenggarkan oleh <b>3.856 (24,1%) </b>pondok pesantren, dengan jumlah santri sebanyak<b> 148.339 (4,6%)</b>. <b>SMU</b> diselenggarakan oleh <b>4.244 (26,5%)</b> pondok pesantren, dengan jumlah santri <b>95.475(3%)</b>. <b>TK</b> yang diselenggarakan oleh <b>1.548 (9,7%)</b> pondok pesantren , dan diikuti <b>45.888 (1,4%) </b>santri, dan terakhir <b>PT</b> diselenggarakan oleh<b> 918 (5,7%)</b> pondok pesantren, dengan jumlah santri yang berpartisipasi <b>17.923 (0,6%) </b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedenfaoz.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedenfaoz.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedenfaoz.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedenfaoz.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedenfaoz.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedenfaoz.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedenfaoz.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedenfaoz.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedenfaoz.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedenfaoz.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedenfaoz.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedenfaoz.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedenfaoz.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedenfaoz.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedenfaoz.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedenfaoz.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedenfaoz.wordpress.com&amp;blog=2362235&amp;post=18&amp;subd=dedenfaoz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedenfaoz.wordpress.com/2007/12/21/statistik-pondok-pesantren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e7419930a0387df7f1fa85aecefa3b7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Deden  Faoz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
