<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Pembelajaran Moral Santri</title>
	<atom:link href="http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Nov 2009 04:58:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: muhammad damiri</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-166</link>
		<dc:creator>muhammad damiri</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:58:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-166</guid>
		<description>Sebenarnya apa yang dipelajaridi pesantren adalah tekstualnya, namun untuk kehidupan i masyarakat harus kontekstualnya. Artinya, apa ang kita pelajari dari Al-Qur&#039;an atau kitab, kemudian difahami lalu dicari bagaimana menerapkannya di masyarakat. Untuk kalangan masyarakat tidak bisa kita mengajarkan atau mendakwahkan menurut surat ini ayat ini, atau kitab ini, tapi mengajarkan ke masyarakat adalah dengan prakteknya. Oleh karenanya bekal ilmu yang diberikan kepada para santri setelah tekstual adalah kontekstualnya bagaimana penerapannya, kalau belum bisa penerapannya maka belum lulus, karena orang dikatakan berilmu kalau ada penerapan, kalau tidak ada penerapan maka tidak akan terlihat berilmu. Apa yang terucap baru kita ketahui bahwa seseorang itu punya pengetahuan, tapi apa yang dilakuan baru kita ketahui bahwa seseorang itu punya ilmunya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya apa yang dipelajaridi pesantren adalah tekstualnya, namun untuk kehidupan i masyarakat harus kontekstualnya. Artinya, apa ang kita pelajari dari Al-Qur&#8217;an atau kitab, kemudian difahami lalu dicari bagaimana menerapkannya di masyarakat. Untuk kalangan masyarakat tidak bisa kita mengajarkan atau mendakwahkan menurut surat ini ayat ini, atau kitab ini, tapi mengajarkan ke masyarakat adalah dengan prakteknya. Oleh karenanya bekal ilmu yang diberikan kepada para santri setelah tekstual adalah kontekstualnya bagaimana penerapannya, kalau belum bisa penerapannya maka belum lulus, karena orang dikatakan berilmu kalau ada penerapan, kalau tidak ada penerapan maka tidak akan terlihat berilmu. Apa yang terucap baru kita ketahui bahwa seseorang itu punya pengetahuan, tapi apa yang dilakuan baru kita ketahui bahwa seseorang itu punya ilmunya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: waluyo</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-75</link>
		<dc:creator>waluyo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 02:58:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-75</guid>
		<description>lam kenal....
memang harus diakui selama ini internalisasi moral di pesantren baru dapat direalisasikan lewat kondisi sosial kehidupan yang ada di pesantren semata. sementara untuk melalui sistem pelajaran belum tercapai</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lam kenal&#8230;.<br />
memang harus diakui selama ini internalisasi moral di pesantren baru dapat direalisasikan lewat kondisi sosial kehidupan yang ada di pesantren semata. sementara untuk melalui sistem pelajaran belum tercapai</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: agus supriyanto</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-67</link>
		<dc:creator>agus supriyanto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 03:13:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-67</guid>
		<description>salam alaik,
izin kenalan mas Deden,
memang pesantren dari segi metodologi pembelajarannya masih &quot;agak&quot; konvensional mas, tapi bagi pesantren yang masih &quot;benar-benar&quot; pesantren, punya satu keunggulan metode, yakni uswah hasanah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam alaik,<br />
izin kenalan mas Deden,<br />
memang pesantren dari segi metodologi pembelajarannya masih &#8220;agak&#8221; konvensional mas, tapi bagi pesantren yang masih &#8220;benar-benar&#8221; pesantren, punya satu keunggulan metode, yakni uswah hasanah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yudi rahmat</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-49</link>
		<dc:creator>yudi rahmat</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 04:28:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-49</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 
Lam kenal aja kang Deden .
menarik juga dlm masalah akhlak memang itulah yang harus di realisasikan dalam pemahaman ilmu kita bukan hanya teori tapu harus praktek &quot;ilmu tanpa amal adalah kosong dan amal tanpa ilmu adah bohong&quot; ................. memang banya orang yang kurang memperhatikan pepatah itu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh<br />
Lam kenal aja kang Deden .<br />
menarik juga dlm masalah akhlak memang itulah yang harus di realisasikan dalam pemahaman ilmu kita bukan hanya teori tapu harus praktek &#8220;ilmu tanpa amal adalah kosong dan amal tanpa ilmu adah bohong&#8221; &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. memang banya orang yang kurang memperhatikan pepatah itu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kurt</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-46</link>
		<dc:creator>Kurt</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 07:07:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-46</guid>
		<description>Wah benar juga yah, moralitas seorang santri benar2 dibuat keder oleh kelakuan tingkah polah orang Timur, Barat , Utara Selatan. 

Menurutku ini bukan karena santri kurang pelajaran moral tapi masalah siklus dengan alam yang sangat terbatas. Bayangkan bagaimana mungkin pesantren dengan linkup kecil bisa mengakomodasi etis realigius dalam sekup besar. 

Tapi memang benar, santri yang sadar itu adalah yang bisa mengoleksi semua etis2 yang ada di dunia seperti sampean ini di Jepang. Teruslah berbagi kontradiksi sebagai masukan buat santri2 anywhere.. 

izin kopi paste buat web buntet yah... sebagai kritikan yang bagus...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah benar juga yah, moralitas seorang santri benar2 dibuat keder oleh kelakuan tingkah polah orang Timur, Barat , Utara Selatan. </p>
<p>Menurutku ini bukan karena santri kurang pelajaran moral tapi masalah siklus dengan alam yang sangat terbatas. Bayangkan bagaimana mungkin pesantren dengan linkup kecil bisa mengakomodasi etis realigius dalam sekup besar. </p>
<p>Tapi memang benar, santri yang sadar itu adalah yang bisa mengoleksi semua etis2 yang ada di dunia seperti sampean ini di Jepang. Teruslah berbagi kontradiksi sebagai masukan buat santri2 anywhere.. </p>
<p>izin kopi paste buat web buntet yah&#8230; sebagai kritikan yang bagus&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imron</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-41</link>
		<dc:creator>imron</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 10:16:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-41</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum,
Barangkali sudah waktunya kita melepaskan kacamata kuda.
Tidak melulu baca kitab kuning, tapi juga kitab putih.
Dan yang terpenting adalah bagaimana kita mengaplikasikannya dalam realitas sosial.
Sehingga kita, tidak sekedar jadi jago kandang.
Serta tidak apriori terhadap kemajuan teknologi,  sehingga lulusan pesantren tidak gaptek.
Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum,<br />
Barangkali sudah waktunya kita melepaskan kacamata kuda.<br />
Tidak melulu baca kitab kuning, tapi juga kitab putih.<br />
Dan yang terpenting adalah bagaimana kita mengaplikasikannya dalam realitas sosial.<br />
Sehingga kita, tidak sekedar jadi jago kandang.<br />
Serta tidak apriori terhadap kemajuan teknologi,  sehingga lulusan pesantren tidak gaptek.<br />
Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tirta</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-39</link>
		<dc:creator>tirta</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 08:05:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-39</guid>
		<description>Memberi contoh keteladanan dan memberi informasi ttg yg dicontohkan/diteladankan dengan cara, pendekatan yang jitu sesuai sikon.  Silakan dikaji berapa lama idealnya sorogan/hafalan buta yang efektif dan berapa lama ditindaklanjuti dengan analisa yang tajam. Mungkin ada masanya hafal buta dan ada masanya pake analisa.

Maaf seperti sok tahu ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memberi contoh keteladanan dan memberi informasi ttg yg dicontohkan/diteladankan dengan cara, pendekatan yang jitu sesuai sikon.  Silakan dikaji berapa lama idealnya sorogan/hafalan buta yang efektif dan berapa lama ditindaklanjuti dengan analisa yang tajam. Mungkin ada masanya hafal buta dan ada masanya pake analisa.</p>
<p>Maaf seperti sok tahu ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ram-Ram Muhammad</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-16</link>
		<dc:creator>Ram-Ram Muhammad</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jan 2008 10:35:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-16</guid>
		<description>Assalaamu &#039;alaikum, damang Den...?
Lami keneh di Jepang? Ari Deden masih katalian keneh wargi sareng kulawargi Pontren Sukamiskin? Uninga ka KH. Imam Sonhaji? Kalaresan bebesanan sareng pun bapak

&lt;em&gt;wa&#039;alaikum salam kang ram-ram
oh kitu, nya urang jadi baraya atuh. abdi teh uyutna K.H Ahmad Dimyathi, pendiri pontren Sukamiskin. K.H Imam Sonhaji ka eyang teh (Alm Hj. Wardah Anisah ) kapi bibi ti istrina. mudah-mudahan teras manjang silaturrahmina. Insya Alloh 2009 maret wangsul deui ka indonesia..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu &#8216;alaikum, damang Den&#8230;?<br />
Lami keneh di Jepang? Ari Deden masih katalian keneh wargi sareng kulawargi Pontren Sukamiskin? Uninga ka KH. Imam Sonhaji? Kalaresan bebesanan sareng pun bapak</p>
<p><em>wa&#8217;alaikum salam kang ram-ram<br />
oh kitu, nya urang jadi baraya atuh. abdi teh uyutna K.H Ahmad Dimyathi, pendiri pontren Sukamiskin. K.H Imam Sonhaji ka eyang teh (Alm Hj. Wardah Anisah ) kapi bibi ti istrina. mudah-mudahan teras manjang silaturrahmina. Insya Alloh 2009 maret wangsul deui ka indonesia..</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Niam</title>
		<link>http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-10</link>
		<dc:creator>Niam</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 23:54:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dedenfaoz.wordpress.com/2008/01/04/pembelajaran-moral-santri/#comment-10</guid>
		<description>I am with You man, bukanya kita tidak suka dengan metode lama seperti ceramah yg kadang membuat borring, tp emang zaman sekarang logika anak udah mulai berjalan lebih, hingga ga&#039; bisa sekadar doktrin2 aja yg imbaznya nilai Agam ga&#039; masuk ke hati dan teraplikasikan. Itu semua tugas kita.

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I am with You man, bukanya kita tidak suka dengan metode lama seperti ceramah yg kadang membuat borring, tp emang zaman sekarang logika anak udah mulai berjalan lebih, hingga ga&#8217; bisa sekadar doktrin2 aja yg imbaznya nilai Agam ga&#8217; masuk ke hati dan teraplikasikan. Itu semua tugas kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
