Masukan dari Januari 2008
ù
Kabar yang menyedihkan pernah “menyapa” sebuah departemen yang seharusnya bisa memberi contoh kepada departemen lain, departemen yang sebagian anggotanya pernah menjadi santri, ironis memang. Para santri hampir setiap hari mendapatkan pelajaran moral yang didapat dari quran, hadits, mahfuzhat, ceramah, doktrin dsb. Sepantasnya “gemblengan”ini menjadikan santri “lebih soleh” dibandingkan mereka yang “bukan santri” yang tidak mengenyam pesan agama sesering para santri. (lagi…)
Kategori: kurikulum pendidikan
Pada tahun 1997, atas keberhasilan menembus pasar supermarket, pesantren ini dijadikan sebagai Pondok Pesantren Percontohan Pengembangan Agribisnis, yang seleksi penetapannya dilakukan pada tahun 1996 oleh Tim Antar Departemen (Departemen Agama, Departemen Pertanian, Departernen Koperasi dan Pengusaha Kecil dan Menengah, Departemen Dalam Negeri, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, serta Induk Koperasi Pondok Pesantren) dan Pemda Tingkat I. (lagi…)
Kategori: al ittifaq · ekonomi pesantren
Ditandai: Kegiatan Agrobisnis Pesantren Al-Ittifaq


photo dari Imanullah Ali Ubed
waktu pertama lihat photo itu di milist alumni 98, hati langsung berubah sedih campur bahagia. sedih karena aktivitas kawan-kawan disana menjadi terhambat dan kemungkinan adanya penyakit susulan yang di akibatkan banjir seperti diare, banyaknya nyamuk dsb. bahagia karena melihat dan membayangkan anak- anak sepertinya terhibur dengan suasana banjir ini. Sejenak mereka terlupakan dari kesibukan dan kejenuhan dengan bersenda gurau dalam suasana banjir. Mudah-mudahan banjir ini hanya menyisakan keceriaan pada mereka…
Kategori: lain-lain
Ditandai: Photo Gontor Banjir
Pesantren yang merupakan lembaga pendidikan non profit sering dikaitkan dengan prinsip keikhlasan yang dimiliki guru-gurunya dalam mengajar, mereka mengajar tanpa pamrih dan terkadang hidup mereka “diwakafkan” untuk pesantren. keikhlasan para pendiri dan guru gurunya menjadi salah satu alasan mendasar perkembangan pesantren yang begitu cepat. pada tahun 2006 saja di indonesia ada 16.015 buah pesantren, sedangkan pada tahun 2003 jumlahnya masih 14.067 buah ( Sumber:Statistik Depag ). (lagi…)
Kategori: ekonomi pesantren
Ditandai: Problem Pengembangan Ekonomi Pesantren
Semua pesantren di Indonesia adalah lembaga swasta, dimana kemandirian menjadi salah satu ciri utamanya. Tujuan pendidikan pesantren bukanlah mengejar kepentingan kekuasaan, uang dan keagungan duniawi, tetapi ditanamkan kepada mereka bahwa belajar adalah semata-mata kewajiban dan pengabdian kepada Tuhan (Dhofier, 1994).
Ketika masih berukuran kecil dengan murid hanya puluhan orang, dan kyai menjadi pengajar tunggal, maka pesantren dapat dikatakan seolah-olah menjadi milik pribadi kyai. (lagi…)
Kategori: ekonomi pesantren
Ditandai: Jenis Usaha Pesantren, Usaha Pesantren