Pembelajaran Moral Santri

ù

Kabar yang menyedihkan pernah “menyapa” sebuah departemen yang seharusnya bisa memberi contoh kepada departemen lain, departemen yang sebagian anggotanya pernah menjadi santri, ironis memang. Para santri  hampir setiap hari mendapatkan pelajaran moral yang didapat dari quran, hadits, mahfuzhat, ceramah, doktrin dsb. Sepantasnya “gemblengan”ini menjadikan santri “lebih soleh” dibandingkan mereka yang “bukan santri” yang tidak mengenyam pesan agama sesering para santri. Continue reading

Kegiatan Agrobisnis Al-Ittifaq

 

Pada tahun 1997, atas keberhasilan menembus pasar supermarket, pesantren ini dijadikan sebagai Pondok Pesantren Percontohan Pengembangan Agribisnis, yang seleksi penetapannya dilakukan pada tahun 1996 oleh Tim Antar Departemen (Departemen Agama, Departemen Pertanian, Departernen Koperasi dan Pengusaha Kecil dan Menengah, Departemen Dalam Negeri, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, serta Induk Koperasi Pondok Pesantren) dan Pemda Tingkat I. Continue reading

Gontor Banjir…

gontor-banjir-2.jpg

gontor-banjir-1.jpg

photo dari Imanullah Ali Ubed

waktu pertama lihat photo itu di milist alumni 98, hati langsung berubah sedih campur bahagia. sedih karena aktivitas kawan-kawan disana menjadi terhambat dan kemungkinan adanya penyakit susulan yang di akibatkan banjir seperti diare, banyaknya nyamuk dsb. bahagia karena melihat dan membayangkan anak- anak sepertinya terhibur dengan suasana banjir ini. Sejenak mereka terlupakan dari kesibukan dan kejenuhan dengan bersenda gurau dalam suasana banjir. Mudah-mudahan banjir ini hanya menyisakan keceriaan pada mereka…

Problem Pengembangan Ekonomi Pesantren

Pesantren yang merupakan lembaga pendidikan non profit sering dikaitkan dengan prinsip keikhlasan yang dimiliki guru-gurunya dalam mengajar, mereka mengajar tanpa pamrih dan terkadang hidup mereka “diwakafkan” untuk pesantren. keikhlasan para pendiri dan guru gurunya menjadi salah satu alasan mendasar perkembangan pesantren yang begitu cepat. pada tahun 2006 saja di indonesia ada 16.015 buah pesantren, sedangkan pada tahun 2003 jumlahnya masih 14.067 buah ( Sumber:Statistik Depag ). Continue reading

Pembiayaan dan Data Usaha Pesantren di Indonesia

 

Semua pesantren di Indonesia adalah lembaga swasta, dimana kemandirian menjadi salah satu ciri utamanya. Tujuan pendidikan pesantren bukanlah mengejar kepentingan kekuasaan, uang dan keagungan duniawi, tetapi ditanamkan kepada mereka bahwa belajar adalah semata-mata kewajiban dan pengabdian kepada Tuhan (Dhofier, 1994).

Ketika masih berukuran kecil dengan murid hanya puluhan orang, dan kyai menjadi pengajar tunggal, maka pesantren dapat dikatakan seolah-olah menjadi milik pribadi kyai. Continue reading

sekilas tentang Sekolah Republik Indonesia Tokyo

Sekolah ini berdiri sejak tahun 1962, melalui SKB Menlu dan Mendikbud RI No.191/81/01 dan 051/v/1981. jenjang pendidikan sekolah ini adalah TK sampai SMA. disamping mengemban misi pendidikan, khususnya bagi warga indonesia yang berada di Tokyo, sekolah ini juga mengemban misi budaya, serta mempertebal rasa patriotisme dan semangat kebangsaan. bangunan sekolah ini dibangun sepenuhnya atas biaya dari pemerintah Republik indonesia. Continue reading

pentingnya memahami bahasa arab

Quran diturunkan di daerah arab dengan menggunakan bahasa arab. tentunya Alloh mempunyai alasan tersendiri dengan hal itu. kenapa diturunkan di Arab? kenapa diturunkan dengan bahasa Arab? apakah karena turunnya di Arab, bukan di Indonesia? kenapa bahasa yang di pakai di surga oleh ahli surga adalah bahasa arab? begitu banyak pertanyaan dengan berbagai jawaban menurut versinya masing masing. Continue reading

pesantren dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

disamping sebagai lembaga pendidikan, pesantren sebenarnya mempunyai andil yang cukup besar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi masyarakat menengah kebawah yang berada sekitar pesantren.

misalnya pesantren gontor yang mempunyai santri lebih dari 4000. ratusan penduduk bekerja untuk gontor dalam berbagai sektor, ada yang bekerja sebagai pemangkas rambut, dry cleaning, tukang masak, memasok jajanan santri ke koperasi, tukang bangunan, penjilidan buku, cleaning service,dll. kebutuhan diatas merupakan kebutuhan-kebutuhan dasar para santri dan pondok. apalagi bila pondok mempunyai usaha tertentu sehingga bisa melibatkan lebih banyak masyarakat lagi. begitupula dengan pesantren Alittifaq, pesantren ini bisa mengangkat perekonomian warga sekitarnya dengan kegiatan agrobisnisnya. Continue reading

Peringkat Sepuluh Besar APBN 2007 dan RAPBN untuk pendidikan 2007

  1. Departemen Pendidikan Nasional Rp 44.058.392.664.000
  2. Departeman Pertahanan Rp 32.640.058.467.000
  3. Departemen Pekerjaan Umum Rp 24.213.446.000.000
  4. Kepolisian Republik Indonesia Rp 20.041.477.955.000
  5. Departemen Kesehatan Rp 17.236.284.411.000
  6. Departemen Agama Rp 13.799.301.100.000
  7. Departemen Perhubungan Rp 10.467.787.919.000
  8. Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD Rp 9.998.812.800.000
  9. Departemen Keuangan Rp 9.607.714.400.000
  10. Departemen Pertanian Rp 8.789.618.068.000

untuk tahun 2007 anggaran khusus pendidikan DEPAG adalah Rp. 5.961.752.092.000 atau 43,2% dari total anggaran DEPAG sebesar Rp 13.799.301.100.000.

Total RAPBN tahun 2007 sebesar 746,5 trilyun. dengan perincian belanja pemerintah pusat 496 trilyun dan belanja pemerintah daerah 250,5 trilyun. RAPBN untuk pendidikan adalah 51,3 trilyun atau 6,8% dari total RAPBN. Tampaknya untuk merealisasikan anggaran pendidikan negara untuk sektor pendidikan seperti yang ditetapkan undang-undang, yaitu sebesar 20%, masih jauh dari harapan.

referensi : Rencana, Program dan Anggaran Depag 2007

Statistik pondok Pesantren 2005-2006

dikutip dari : Statistik Pendidikan Agama dan Keagamaan Tahun Pelajaran 2005-2006 , DEPAG

pendataan pondok pesantren tahun 2005-2006 mencakup 33 propinsi, dan mendata sebanyak 16.015 pondok pesantren yang tersebar diseluruh Indonesia. Continue reading